Ada empat kategori lomba sepeda pada Road Race Idaman Jilid II ini dengan memperebutkan piala bergilir Bupati Kukar. Pertama, Bupati Cup MTB, Bupati Cup Bicycle Motocross, Bupati Cup Pushbike dan Jambore MTB Begodak Padang Huma ke-10.
Sebanyak ribuan atlet sepeda turut memeriahkan gelaran yang dipusatkan di dua tempat yakni halaman kantor Bupati Kukar dan halaman kantor Dispora Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.
Untuk peserta Jambore diikuti 1500-an peserta, sedangkan untuk Push Bike sebagai event perdana diikuti 200-an peserta yang hanya tidak dari dalam, namun juga luar Kaltim.
“Kami berikan apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang turut memeriahkan Road Race Idaman ini, harapannya tahun depan lebih meriah lagi dan terkhusus push bike bisa lebih digalakkan lagi dan Dispora bisa rutin disosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat,” kata Edi, Minggu (8/10/2023).
Sementara itu Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan, pada Road Race Idaman Jilid II ini empat lomba yang dipertandingkan semuanya memperebutkan piala bergilir Bupati Kutai Kartanegara. “Ini akan kita jadikan agenda rutin setiap tahunnya,” terangnya.
Terkhusus untuk Bupati Cup Push bike, lomba ini merupakan hal baru yang dilaksanakan di Kukar oleh pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir anak-anak usia dini Kukar yang memiliki minat dan bakat di olahraga Push bike ini
“Selama ini, anak-anak Kukar hanya berpartisipasi di luar Kukar untuk mengikuti push bike ini, karena belum ada di Kukar. Namun Dispora Kukar berkesempatan untuk memfasilitasi para pecinta Push bike di Kukar dan syukur Alhamdulillah pelaksanaannya sukses,” tegasnya.
Selain berbagai lomba sepeda, pada pelaksanaan ini juga dirangkai dengan Kukar Fire and Rescue Volunteer Challenge 2023. Lima fire fighter untuk para relawan muda yang ada di Kutai Kartanegara. Kegiatan ini dikompetisikan yang kedua kalinya dan merupakan lanjutan kegiatan yang lalu. Event ini memberikan peluang kepada relawan Kutai Kartanegara untuk melakukan silaturahmi.
“Yang penting adalah silaturahmi, karena selama ini bertemunya kan di setiap lokasi bencana, jadi biar semakin akrab dan bertukar pengalaman ilmu bagaimana menjadi seorang relawan itu dengan baik kemudian tetap memperhatikan keamanan diri sendiri,” tegas Ali. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin