Rombongan Komisi IV DPRD Kukar dipimpin Syarifuddin didampingi, Pujiono, Hamdiah Z dan dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Kristin. Rombongan diterima Kepala SDN 008 Siti Zubaedah dan beberapa guru. Adapun yang menjadi keluhan pihak sekolah yakni terkait bangunan gedung sekolah yang berstruktur kayu dan hingga sampai saat ini belum ada mendapatkan rehab berat, sedangkan kondisi lantai, dinding, maupun atap dan plafon sudah banyak bolong dan bocor jika hujan yang membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu.
Begitu pula halnya ngan bangunan rumah dinas guru dan kepala sekolah yang berada di sampingnya yang bolong dan bocor pada bagian atapnya. "Mohon bangunan yang ada diganti bangunan yang berkontruksi beton. Selain itu juga kami masih kekurangan buku pelajaran, dan belum adanya jaringan internet, sedangkan kita dituntut ulangan, ujian berbasis internet. Mohon Komisi IV dan Dinas Pendidikan mencarikan solusinya,” ungkap Siti Zubaedah.
Menanggapi hal ini Syarifuddin mengatakan, SDN 008 ini dibangun pada 1981 dengan tiga lokal. "Saya dan kawan-kawan ditemani Dinas Pendidikan dan kepala sekolah melihat langsung kondisi sekolah yang ada, memang kita lihat untuk ideal sebuah sekolah, dan rumah guru kondisi ini sangat memperihatinkan, sangat bahaya untuk keselamatan murid, disamping sudah jabuk, bocor, kondisi ini bisa mencelakakan bagi guru dan murid nantinya," kata politikus PAN ini saat dikonfirmasi korankaltim.com, Minggu (8/10/2023).
Pihaknya berharap sekolah yang ada ini bisa menjadi perhatian prioritas Disdikbud Kukar untuk merehab berat gedung yang ada, disamping itu letak sekolah juga berdampingan dengan aset nasional, jalur pipa gas Pertamina.
“Pihak sekolah juga kesulitan mendapatkan informasi karena lokasi yang ada belum ada tower Telkomsel, sekolah kesulitan di kala saat ujian menggunakan komputerisasi. Persoalan ini akan kita sampaikan pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara dan Disdikbud agar bangunan yang ada dimasukkan skala prioritas APBD 2024-2025 akan datang,” tegas Syarifuddin. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin