Dalam program tersebut, Distransnaker Kukar tidak hanya bekerja sendiri tetapi juga dibantu oleh pihak sekolah, terutamanya dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dimana SMK ini membentuk lembaga Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk mencarikan pekerjaan terhadap lulusan/alumni SMK yang telah diajarkan dan memiliki keterampilan agar bisa dipakai untuk langsung berkerja.
"Kami bermitra dengan pihak SMK yang membentuk lembaga Bursa Kerja Khusus (BKK). Ini sangat mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran," ucap Plt. Kepala Distransnaker Kukar, M. Hatta pada Jumat (6/10/2023).
Lembaga tersebut dapat berperan dalam menyalurkan tenaga kerja khususnya bagi lulusan/alumni SMK ke beberapa perusahaan. Dengan catatan bahwa pihak sekolah yang telah memiliki BKK ini harus mendaftarkan terlebih dahulu ke Distransnaker Kukar.
"Ada namanya Surat Tanda Daftar (STD), ini fungsinya agar sekolah dapat menerbitkan Kartu Kuning (AK1) untuk lulusan yang ingin bekerja. STD ini adalah bukti bahwa BKK sebagai mitra dan perpanjangan tangan dinas dalam penerbitan AK1," bebernya.
Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pembinaan, Pemberdayaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (P3K) Disnaker Kukar, Syarifah Rositah. Sekolah yang sudah memiliki BKK yang hanya dimiliki oleh SMK dan mendaftarkannya melalui STD ke Distransnaker sudah cukup banyak.
"Kemarin sudah ada delapan sekolah yang memiliki BKK dan mengurus STD. Kalau jumlah keseluruhannya di Kukar ini ada sekitar 34 SMK," ujarnya.
Diharapkan melalui mitra dengan BKK dari SMK ini, penyaluran tenaga kerja di Kukar bisa lebih optimal. Mengingat lulusan SMK juga masuk dalam tingkat pendidikan yang paling banyak jumlahnya dalam angka pengangguran di Kukar. (Adv)
Editor: Aspian Nur