Mantra Tricilnengah Larut, Langkah Solutif Akomodir Seluruh Petani Rumput Laut di Kukar
3 menit baca390 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)
Arfan Boma Pratama mengambil proyek perubahan (proper) Pembangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah Rumput Laut (Mantra Tricilnengah Larut).
Boma mengatakan, proper ini sesuai dengan analisis masalah yaitu adanya isu aktual tentang peningkatan nilai tambah, lapangan kerja dan investasi dibidang industri kecil menengah pengolahan non migas, penguatan penguasaan pasar dalam negeri dan luar negeri serta jaringan distribusi barang serta penguatan layanan perdagangan yang tertib baik secara niaga, mutu dan ukur serta pemberdayaan konsumen.
"Mantra Tricilnengah Larut ini diharapkan jadi salah satu langkah solutif melihat kondisi saat ini permintaan tepung glacilorta rumput laut sangat tinggi. Usia tanam dan areal lahan budidaya serta kondisi alam sangat mendukung untuk pengembangan budidaya rumput laut gracilorta,” katanya kepada korankaltim.com, Jumat (6/10/2023).
Ia menambahkan, belum ada pabrik hilirisasi industri yang menampung hasil panen dari kelompok tani rumput laut, sehingga potensi untuk membuka lapangan kerja baru serta adanya perusahaan BUMD yang bisa bermitra untuk tata kelola niaga sangat terbuka lebar. Sedangkan yang menjadi pokok atau akar permasalahan pembangunan pabrik pengolahan rumput laut gracilarla diharapkan menjadi solusi yang baik untuk mewujudkan hal tersebut."Lokasi pabrik pengolahan harus strategis dan dekat dengan sumber bahan mentah, akses jalan darat bisa dilalui oleh kendaraan besar pengangkut bahan baku dan hasil pengolahan," jelasnya.
Ada 3 tahapan pada proyek perubahan ini, yaitu meliputi jangka pendek dengan melakukan perencanaan cepat pembentukan tim kerja, melakukan identifikasi pemangku kepentingan kemudian dilakukan penggalangan dukungan pemangku kepentingan atau stakehoder.
Melakukan pembangunan pengurus Tim kerja Mantra Tricilinengah Larut dengan surat Keputusan Bupati. Melaunching 'Mantra Tricilnengah Larut' melalui media sosial, elektronik lingkup Kabupaten Kukar. Jangka Menengah yaitu adanya legalitas IKM sudah terbentuk, sudah terbentuk kelompok IKM pada tempat yang sudah teridentifikasi. Kemudian membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan atau stakholder melalui berbagai kegiatan, melakukan kegiatan promosi melalui media sosial, media elektronik dan lainnya.
Sedangkan untuk jangka panjang, Boma memaparkan yaitu melalui pembangunan infrastruktur Mantra Tricilnengah Larut seperti jaringan komunikasi kelompok IKM pengelolaan rumput laut, kelompok petani rumput laut, penampung hasil panen rumput laut dan jaringan pasar. Membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan atau stakeholder melalui berbagai kegiatan, melakukan kegiatan promosi melalui media sosial, media elektronik dan lainnya.
Adanya industri yang menggunakan bahan baku rumput laut sangat berkesinambungan dan dapat berkreasi. Boma menegaskan diharapkan Tahun 2024 nanti, pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak sudah berdiri, sehingga diharapkan dukungan dari Dinas instansi terkait, seluruh stakeholder, dunia usaha dan beberapa pemangku kepentingan sehingga pabrik tersebut bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Dan kepada 18 kelompok petani rumput laut agar lebih aktif lagi meningkatkan produksinya demikian juga kepada kelompok tani nelayan lainnya.
"Mari kita bersama-sama meningkatkan produktivitas, menumbuh kembangkan budidaya rumput laut , pangsa pasarnya sudah jelas, harga lebih tinggi dulu berkisar dari empat ribu – empat ribu lima ratus rupiah menjadi enam ribu rupiah per kilonya. Pembangunan pabrik pengolah rumput laut menurut rencana akan dibangun di Jalan PLN Desa Muara Badak Ulu. Pabrik ini tidak hanya mengakomodir kelompok tani saja namun juga bagi masyarakat petani rumput laut di wilayah Kukar dan sekitarnya .Program ini juga Inline dengan program Kukar Idaman dan hilirisasi industri rumput laut," tegas Boma. (adv)
Editor: Maruly Zainuddin










