Sebanyak 40 atlet beserta official dan pelatih turut serta pada kejuaraan dunia bergengsi yang tentu menjadi ajang uji tanding tingkat dunia bagi atlet Kempo Kukar ini. Ali berharap atlet Kukar mampu meraih medali emas dan bisa membanggakan Kukar khususnya dan Indonesia umumnya.
“Dengan keikutsertaan atlet kempo Kukar di kejuaraan dunia tersebut, bisa menjadi inspirasi bagi cabor-cabor lainnya yang ada di Kukar untuk tampil di tingkat nasional maupun internasional,” katanya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Kamis (5/10/2023).
Sebagai informasi keberangkatan rombongan atlet Kukar ke Jepang yang dipimpin langsung Ketua Perkemi Kukar, Ahmad Zulfiansyah ini dilepas secara simbolis oleh Sekda Kukar, Sunggono di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa (3/10/2023).
“Kejuaraan Dunia Kempo di Jepang merupakan panggung terbesar bagi atlet kempo Kukar, dan mereka telah mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar,” ungkap Ali.
Prestasi atlet kempo Kukar sangat mumpuni dengan koleksi medali dan pengalaman di berbagai kompetisi nasional, baik di tingkat Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) maupun Pekan Olahraga Nasional (PON), dimana atlet Kukar yang berangkat ini adalah yang terbaik diantara yang terbaik.
Selaku ketua rombongan yang juga anggota DPRD Kukar, Ahmad Zulfiansyah mengatakan atlet Kempo Kukar yang bertolak ke Jepang sebanyak 30 orang. Atlet yang mengikuti kejuaraan kempo di Tokyo Jepang ini telah melewati beberapa tahapan–tahapan. Dan prestasi yang telah diraih kemarin adalah lolos pada kualifikasi PON. Sementara untuk yang Junior secara nasional Kukar mendapatkan posisi/ranking 2 tingkat Nasional.
“Hal ini juga menjadi salah satu syarat dari pengurus besar PB Pekemi bahwasanya para atlet itu apabila tiket menuju ajang tingkat dunia minimal mereka harus lolos dari kualifikasi PON dan prestasi untuk Junior harus menjuarai pada tingkat nasional,” ujarnya.
Zulfiansyah menegaskan kegiatan di Tokyo ini tidak hanya mengikuti kejuaraan saja, namun juga akan ada peningkatan kualitas kegiatan lain yaitu study session yang dilaksanakan selama 3 hari. “Diikuti pelatih dan para atlet dan yang terakhir akan dilaksanakan ujian naik tingkat,” tegas Zul sapaan akrabnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin