Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo mengatakan, pengembangan wisata di Pulau Kumala terus berprogres dengan membangun wahana-wahana di dalamnya. “Tahun ini ada dua kegiatan besar, pertama water boom (kolam pemandian), kedua, membuat lampu di jembatan Reporepo kemudian Insyaallah di perubahan ini juga ada perbaikan-perbaikan jalan dan lainnya, tahun ini ada perapian perbaikan yang di bombom car itu,” kata Slamet kepada korankaltim.com, Senin (2/10/2023).
Kegiatan pembangunan ini dilakukan karena Pulau Kumala merupakan salah satu destinasi andalan wisata di Kukar. Ketika ditanya apakah jembatan Reporepo nantinya akan kembali dibangun agar bisa dilintasi kendaraan sesuai rencana yang telah disampaikan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin beberapa waktu lalu, Slamet menyatakan untuk jembatan Reporepo sampai 2024 masih tetap dengan keadaan yang ada saat ini.
“Nanti di 2025 akan direncanakan (Jembatan Reporepo bisa dilalui kendaraan) tapi bukan di OPD kami, itu ada di PU. Untuk lampu tematik seperti jembatan Kutai Kartanegara, tahun ini sudah on progres terpasang,” ungkapnya.
Slamet ingin memaksimalkan kegiatan pemasangan lampu Jembatan Reporepo, bahkan dirinya sempat melayangkan protes kepada pihak ketiga yang mengerjakan pemasangan lampu agar jangan ditaruh di pagar. Karena menurutnya hal ini bisa mempengaruhi estetika. “Untuk tali (hiasan) iya cuman lampunya itu yang nembak ke tiangnya itu jangan ditaruh di pagar, menurut hemat kami itu mempengaruhi estetika makanya saya suruh nurunkan di bawah jembatan itu sehingga tidak kelihatan lampu sorotnya yang ke tiang itu,” tegasnya. ( Adv)
Editor: Maruly Zainuddin