"Hampir 90 persen adalah nelayan yang pergi mencari dan menangkap ikan. Sehingga pemerintah desa terus berupaya membuat program yang bisa memfasilitasi warga desa dalam pekerjaan sehari-harinya," kata Kepala Desa (Kades) Jantur, Abdul Aziz pada Sabtu (24/6/2023).
Diuraikannya, bahwa pemerintah desa tetap mengingatkan kepada para warga untuk tidak menggunakan peralatan menangkap ikan yang dilarang. "Seperti menangkap ikan dengan mengunakan racun dan lain sebagainya yang dapat membuat populasi ikan terancam punah," ujarnya.
Lebih lanjut, Desa Jantur ini bisa dikatakan tempatnya berbagai macam jenis ikan air tawar. Bahkan, ikan-ikan tersebut sudah dipasarkan ke berbagai wilayah hingga ke luar pulau. "Sampai ke Samarinda dan juga pulau Jawa, baik ikan yang masih hidup ataupun yang sudah diolah menjadi ikan asin dan produk olahan lainnya," bebernya.
Adapun untuk kisaran jumlah yang dikirim tersebut dikatakannya bisa mencapai belasan ton. Terutamanya pada saat air sungai sedang surut di musim kemarau. Bahkan setiap harinya bisa mengirimkan sekitar 500 kilogram (Kg) ke beberapa wilayah.
"Ikan ini akan melimpah khususnya di bulan Juli dan Agustus dan sekarang sudah mulai terlihat. Harapan kami adalah sektor perikanan ini bisa mendongkrak perekonomian warga," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin