"Ada titik-titik pemeriksaan yang dilaksanakan, jumlahnya sekitar 8 titik khusus bagi pedagang sapi dadakan di Tenggarong. Ini mungkin bisa lebih karena ada yang di kandang kelompok nanti dibantu petugas dari pihak kecamatan," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Aji Gazali Rahman.
Pemeriksaan tersebut diantaranya adalah pemeriksaan terhadap lengkap atau tidaknya vaksin kepada hewan ternak yang berasal dari luar Kaltim. Sebab, hewan yang berasal dari luar daerah minimal harus sudah dua kali mendapatkan vaksin.
"Kemudian pemeriksaan luar untuk mengetahui ada gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau tidak. Sampai saat ini kaki dan mulut hewan yang kita periksa mulus dan tidak ada gangguan kesehatan," jelasnya.
Saat ditanya ketersediaan hewan untuk kebutuhan saat hari Raya Iduladha nanti, Aji Gazali Rahman mengatakan, masyarakat yang ingin membeli hewan kurban ini tidak perlu merasa khawatir. Sebab, ketersediaan hewan sapi kurban ini jumlahnya sangat mencukupi bahkan lebih.
"Awalnya hanya 2 ribu sampai 2.500 ekor sapi saja, ternyata ada tambahan data lagi yang masuk. Jadi totalnya mencapai 4.553 ekor sapi, surplus jadinya dengan kebutuhan masyarakat. Hanya saja hewan kambing yang kurang, karena jumlahnya hanya sekitar 850 ekor," bebernya.
Dirinya juga mengharapkan untuk konsumen atau masyarakat yang mau membeli sapi kurban agar bisa membeli sapi yang telah diperiksa kesehatannya, yakni dengan melihat tanda yang sudah diberikan oleh para petugas Distanak Kukar. "Untuk hewan yang sudah diperiksa kesehatannya, kita berikan peneng (kartu tanda pemeriksaan) di lehernya. Ini menyatakan bahwa hewan tersebut sehat," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin