Bahkan, dusun di wilayah Desa Loa Duri Ilir ini telah menorehkan prestasi luar biasa karena masuk urutan 100 besar desa wisata budaya terbaik tingkat nasional.
"Jadi di dusun ini sebagai tempat pengelolaan budaya untuk menjadi destinasi wisata budaya," kata Kepala Desa (Kades) Loa Duri Ilir, Fakhri Arsyad pada Minggu (18/6/2023).
Dijelaskannya, sebagai destinasi wisata budaya, Dusun Putak sering dikunjungi oleh wisatawan lokal, nasional hingga internasional. Khususnya saat dilangsungkannya beberapa kegiatan upacara adat dan budaya seperti acara tanam dan panen padi.
"Biasanya pada bulan Januari untuk tanam padi dan di bulan Maret untuk panen padi. Disaat ini ada upacara adat sebelum melaksanakan kegiatan. Serta banyak dikunjungi para wisatawan untuk bersama-sama ikut menanam dan memanen padi," bebernya.
Selain fokus terhadap kegiatan adat dan budaya dalam melaksanakan tanam dan panen padi, pengembangan sumber daya manusia dengan menciptakan hasil produksi berupa kerajinan tangan juga terus dilakukan.
Seperti kerajinan sulam tumpar yakni menyulam setiap helai warna-warni benang wol yang menjadi suatu bentuk untuk produk berupa pakaian adat, topi dan sebagainya.
"Hasil-hasil kerajinan tangan tersebut kemudian dipasarkan ke galeri-galeri budaya sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," tambahnya.
Selain itu, di Dusun Putak ini juga terdapat tempat-tempat pelatihan seni seperti sanggar tari. Tempat tersebut dimaksudkan untuk mengajarkan dan menjaga kesenian tari-tarian agar bisa tetap eksis.
"Ya intinya jangan sampai kesenian, adat istiadat dan budaya ini hilang dengan semakin berkembangnya zaman. Sehingga harus tetap dipelihara dan dijaga kelestariannya kepada generasi penerus selanjutnya," tutupnya. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin