Sebelumnya, desa ini juga telah berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti
Kalpataru tingkat Kukar, 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), juara 3 Nasional Kategori Kelembagaan Desa Wisata Indonesia, hingga menyabet dua penghargaan di Tourism Entreprenuerial Marketing Award 2023.
"Alhamdulillah dapat penghargaan lagi, kali ini Kalpataru tingkat provinsi untuk kategori penyelamatan lingkungan," kata Kepala Desa Pela, Supyan Noor kepada korankaltim.com, Minggu (18/6/2023).
Sementara Ketua Pokdarwis Bekayuh Baumbai Bebudaya, Desa Pela Alimin mengatakan, pada 2022 lalu, pihaknya meraih penghargaan Kalpataru tingkat kabupaten, kemudian diikutsertakan di provinsi tahun ini. "Alhamdulillah kita meraih penghargaan Kalpataru di Kaltim dengan kategori penyelamat lingkungan," sebutnya.
Ia menjelaskan, penghargaan yang diraih ini tak terlepas dari dukungan dan peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Sejak beberapa tahun lalu, instansi yang dipimpin Alfian Noor ini telah memprogramkan penanaman pohon hingga desa ramah lingkungan di Desa Pela.
Sebagai informasi, Desa Wisata Pela yang berfokus pada konservasi Pesut Mahakam hewan endemik di Kaltim ini telah mengeluarkan peraturan desa (Perdes) Nomor 2 Tahun 2018, tentang Larangan Alat Tangkap Kkan Kurang Ramah Lingkungan.
"Kami juga berfokus pada konservasi Pesut Mahakam dan sudah berjalan sejak tahun 2019 lalu. Kami juga menjalin kerja sama dengan Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI). Dari 2018-2019 kita sudah (fokus) konservasi Pesut Mahakam. Kita juga bisa mendengarkan suara Pesut dengan scan barcode di Museum Nelayan," terangnya.
Ia menambahkan, tak hanya DLHK Kukar, dukungan juga datang dari Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan memberikan sejumlah bantuan ke Desa Pela untuk upaya bersama menjaga lingkungan ini. Diantaranya alat untuk menjauhkan Pesut Mahakam dari jaring nelayan maupun mendengarkan suara Pesut melalui teknologi.
"Atas prestasi ini, kami berharap bisa ikut Kalpataru tingkat Nasional dengan kategori penyelamat lingkungan pada 2024 mendatang. Supaya bisa memperkenalkan kembali potensi Desa Wisata Pela dan menjadi terbaik di Indonesia, aamiin," harap Alimin. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin