Ajang ini hampir sama dengan penyelenggaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia, hanya saja ajang ATWI khusus diselenggarakan di tingkat kabupaten dengan tujuan untuk memberikan apresiasi terhadap pengelola destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Ini bagian dari keinginan dan dukungan kami untuk memotivasi dalam mengelola tempat wisata," kata Kepala Dispar Kukar Slamet Hadiraharjo Jumat (16/6/2023).
Ajang ini bisa diikuti oleh pengelola tempat wisata baik yang dikelola desa seperti Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) atau Kelompok Masyarakat (Pokmas) maupun tempat wisata yang dikelola oleh pihak swasta juga umum. "Pendaftarannya mulai tanggal 1 Juni sampai tanggal 20 Agustus 2023," jelas Slamet.
Ratusan destinasi wisata yang ada di Kukar bisa mendaftar secara online dan nantinya akan diseleksi untuk menjadi 32 finalis. Para finalis ini akan kembali diseleksi berdasarkan 4 kategori penilaian, masing-masing Daya Tarik Pengunjung, Pemasaran, Kelembagaan serta kategori Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan.
"Juri yang melakukan penilaian berasal dari luar, bukan internal Dispar Kukar, mereka menilai langsung ke lapangan," ungkapnya.
Selama ini konsep pengelolaan tempat wisata kebanyakan hanya bersifat otodidak dengan konsep kunjungan semata. Sehingga diharapkan kedepannya kolaborasi dan koordinasinya bisa terbangun dalam menciptakan konsep yang bagus.
"Penilaiannya Oktober atau November mendatang, akan diberikan hadiah dan juga uang pembinaan untuk peraih anugerah terbaik," tutup Slamet. (Adv)
Editor: Aspian Nur