Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengatakan untuk kerja bakti rutin pada bulan ini dilakukan di RT 1 sampai dengan RT 7, dimana pada titik-titik kawasan ini pada kejadian banjir kawasan Kota Tenggarong beberapa waktu lalu juga mengalami sedikit banjir karena muara drainase yang kurang maksimal di kawasan Kelurahan Panji.

"Kamis sampai Minggu kami lakukan kerja bakti itu, di RT 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7. Itu karena terlewati parit sungai besar di Maluhu ya wilayah itu. Kemarin pas banjir itu di wilayah itu terdampak jadi kami gotong royong kerja bakti massal," kata Joko kepada korankaltim.com, Kamis (15/6/2023).
Kelurahan Maluhu secara keseluruhan terdapat 24 RT, namun lanjut Joko hanya 7 RT yang terdampak banjir dari banjir Kota Tenggarong beberapa waktu lalu.
"Memang sebenarnya di wilayah kami itu tidak masalah (banjir, red) sih, cuman imbasnya karena muara muara yang mengalir ke Sungai Mahakam itu kan di wilayah Panji dan Loa Ipuh. Parit besar di sana banyak yang beralih fungsi diuruk menjadi pemukiman, akhirnya aliran air dari kami ini tidak lancar," ungkapnya.
Dengan kegiatan gotong royong yang dilakukan rutin ini, Joko berharap kesolidan dan persatuan masyarakat Maluhu semakin lebih kuat lagi. Terlepas dari kejadian banjir kota dalam akhir-akhir ini menghantui dikarenakan curah hujan dan pasang Sungai Mahakam tinggi, masyarakat Maluhu tetap rutin menjaga perawatan sungai kecil dan parit-parit yang ada.
"Kami berharap di muara dilakukan normalisasi dan perbaikan parit di kawasan stadion itu segera selesai, karena itu lama tidak kelar. Kalau itu segera kelar InsyaAllah kami tidak terdampak. Untuk perawatan rutin kami terus gotong-royong maupun penyemprotan rumput nya. Dalam sebulan minimal sekali pasti kami lakukan melibatkan seluruh warga dan bhabinkamtibmas, babinsa, serta lembaga adat serta kepemudaan selalu kami libatkan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur