Program tersebut merupakan program dibidang pendidikan khususnya terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa. Program ini tentunya melibatkan banyak pihak dan juga didukung penuh oleh masyarakat.
"Jadi ini semacam memberikan pembelajaran ekstra kepada anak-anak dengan tujuan mengurangi penggunaan gadget (handphone)," kata Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto Selasa (13/7/2023).
Program ini lebih kepada literasi namun konsepnya tidak membawa anak ke perpustakaan untuk membaca buku. Tetapi lebih kepada kegiatan kunjungan ke lingkungan untuk bisa belajar sambil bermain. Seperti dengan membacakan dongeng atau permainan lainnya yang bernilai edukasi.
"Tujuannya agar anak mendapatkan pendidikan yang sesuai kebutuhannya. Sebab pada prinsipnya kebutuhan dasar anak-anak adalah bermain. Jadi kita lakukan kegiatan permainan yang ada nilai edukasinya," sebut Lilik
Kunjungan dilakukan di 8 titik taman baca yang terbentuk di 5 dusun yang ada diwilayah desa. Kunjungan tersebut rutin dilaksanakan dan juga sudah memiliki jadwalnya masing-masing.
"Anak-anak antusias mengikutinya bahkan kita juga mendapat dukungan dari para orang tua dan sekolah. Mereka berharap kegiatan ini bisa terus berjalan," pungkas Lilik. (Adv)
Editor: Aspian Nur