Destinasi wisata ini terus dikembangkan oleh pemerintah desa bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) sehingga kedepannya bisa menjadi sumber pendapatan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Danau Kumbara ini memang merupakan program unggulan desa dibidang pariwisata untuk meningkatkan perekonomian," kata Kepala Desa Kota Bangun III Lilik Hendrawanto kepada Korankaltim.com Selasa (13/6/2023) hari ini.
Asal nama dana ini diambil dari kata kungkum yang dalam Bahasa Jawa berarti terendam dan kata bara yang diambil dari kata batu bara sehingga masyarakat menamakan danau yang terbentuk tersebut menjadi Danau Kumbara.
Danau tersebut terbentuk setelah adanya aktivitas tambang batu bara karena aktivitas tambang tidak berhasil mengeluarkan semua batu bara karena ada mata air besar yang terus mengeluarkan air dan merendam batu bara.
"Tidak lama setelahnya, sekitar tahun 2020, kami bentuk pokdarwis. Kami melihat danau ini berpotensi jadikan tempat wisata apalagi waktu itu sudah dilakukan penelitian dari ESDM dan dinilai airnya masih layak," sebut Lilik.
Pemerintah desa bersama pokdarwis fokus untuk mengembangkan danau ini menjadi destinasi wisata. Sehingga sekarang sudah terbangun beberapa wahana dan gazebo untuk digunakan para pengunjung. "Konsepnya sebagai tempat melepas penat atau rest area. Lokasinya juga tidak jauh dari jalan poros, hanya sekitar satu kilometer," ujarnya.
Danau tersebut dikatakan Lilik tidak bisa dipakai oleh para pengunjung untuk berenang. Sehingga dibuatkan wahana kolam renang yang lokasinya masih berada disekitar kawasan danau. "Kolam renangnya sudah selesai dan rencananya bulan dibuka untuk umum," tutup Lilik. (Adv)
Editor: Aspian Nur