“Alhamdulillah obyek wisata ini sekarang terus menjadi daya tarik semua kalangan. Beberapa waktu lalu ada pecinta alam gabungan dari Tenggarong dan Samarinda berkemah di Batu Ampar,” kata Martin, Kepala Desa Batu Ampar kepada Korankaltim.com, Senin (12/6/2023) hari ini.
“Obyek wisata ini dikenal karena kolaborasi yang baik pemerintah desa Loa Raya dengan kelompok sadar wisata Desa Loa Raya,” kata Martin.
Hal senada ditambahkan Pembina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sampai Enggelung Loa Raya, Firnadi yang mengatakan Buper Batu Ampar ini memiliki daya tarik tersendiri.
Karena pesonya, obyek wisata ini dikunjungi 22 komunitas gabungan dari Tenggarong dan Samarinda yang melaksanakan kegiatan selama dua hari pada 10-11 Juni 2023 lalu.
“Kedepannya Pokdarwis Sampai Enggelung Desa Loa Raya menjadikan tempat ini destinasi wisata Bumi Perkemahan dan wisata air terjun Batu Ampar,” kata Firnadi.
“Kami berbeda dengan tempat wisata lain misal Loa Ulung dengan Taman Gubang nya Perjiwa ada Danau Danurdana dan Air Terjunnya. Disini Bumi Perkemahan Batu Ampar memang difokuskan di perkemahan nya, jadi mengajak komunitas dan pecinta alam untuk kembali ke alam berkemah di alam terbuka menikmati suasana kebun dan juga suasana sungai Batu Ampar,” paparnya.
Pada kegiatan kemah selama dua hari ini pula banyak saran dan masukan yang diterima oleh Pokdarwis dari para pengunjung yaitu salah satunya terkait pembenahan sarana prasaran penunjang.
“Terus membenahi tempat ini, infrastruktur lokasi dikembangkan lagi misalnya jalan masuk menuju lokasi Batu Ampar memang agak kurang untuk diperbaiki mungkin safety nya dan kelengkapannya juga tentang tarif supaya tidak terlalu mahal, kita niatnya membahagiakan masyarakat karena tidak semua orang bisa berkemah, tapi dengan kita buat murah puas bisa menikmati alam dengan mudah, kalangan umum dan pelajar bisa kembali ke alam untuk belajar alam indah ciptaan tuhan,” ucap Firnadi.
Berkembangnya Buper Batu Ampar ini berkat kolaborasi antar Pokdarwis dan masyarakat pemilik lahan kebun buah rambutan dan durian yang ada di sekitar kawasan Sungai Batu Ampar.
“Tentu tidak bisa berdiri sendiri Pokdarwis bekerja sama dengan pemilik kebun bernama Abdullah dan keluarga ada kebun rambutan dan durian memang dikerjasamakan dengan Pokdarwis, beliau bersedia untuk dikelola dan lahan di sekitar Batu Ampar juga akan dilibatkan pada pengembangan fase berikutnya,” tutup Firnadi. (Adv)
Editor: Aspian Nur