Kepala Desa Teratak, Abdul Kadir mengatakan, desanya memang menjadi salah satu lokasi untuk pertanian padi sawah. "Iya kami menjadi salah satu lokus pertanian padi sawah dan pengembangannya, untuk di Desa Teratak sendiri sudah berjalan selama ini di hamparan persawahan seluas 100-an hektare lebih, tepatnya di Dusun Liang Berakit Desa Teratak," kata Kadir kepada korankaltim.com, Senin (12/6/2023).
Kadir mengungkapkan, pihaknya optimistis dengan ratusan hektare sawah yang ada di Dusun Liang Berakit, karena sudah ditangani langsung oleh masyarakat Desa Teratak yang tergabung di dalam Gapoktan Desa Teratak. Justru yang saat ini sedang diupayakan ialah 50 hektare lahan tidur yang direncanakan untuk tanaman padi sawah.
"Di Desa Teratak ada dicetakkan untuk persawahan itu pada tahun 2021 lalu seluas 50 hektare, dua kali garapan namun sekarang jadi lahan tidur kembali. Maka dari itu kami harapkan ada kegiatan lanjutan membuat irigasi dan jalan usaha tani nya," ungkapnya.
Kadir berharap pemerintah kabupaten bisa kembali melanjutkan kegiatan pembuatan irigasi dan jalan usaha tani untuk 50 hektare lahan yang ada di Desa Teratak ini. Hal ini agar upaya bersama pengembangan pertanian dalam arti luas khususnya tanaman padi guna ketahanan pangan dari Kecamatan Muara Kaman untuk Kutai Kartanegara bisa terus berkesinambungan.
"Harapannya lahan 50 hektare ini dapat perhatian lagi, kami di sini sebagian besar memang warga desa usahanya bertani, bervariasi sih ada nelayan ada kerja di perusahaan tapi sedikit, sebagian besar memang petani. Total KK ada 700-an dengan 1980-an jiwa penduduk di Desa Teratak," tegas Kadir. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin