"Untuk sektor perkebunan adalah dengan menonjolkan produksi buah durian. Sebenarnya produk ini sudah ada di Desa Rapak Lambur sejak tahun 2003 lalu," kata Kepala Desa Rapak Lambur, M Yusuf pada Rabu (7/6/2023).
Dijelaskannya, kedua sektor ini belum mendapat perhatian serius, sehingga pemerintah desa berupaya meningkatkannya yaitu melalui kerja sama dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian. "Insyaallah tahun depan sudah mulai berjalan, dengan meminta pendampingan mulai dari cara pembuahan, pemupukan dan lain-lain," tambahnya.
Alasan produksi buah durian yang ingin ditonjolkan sebagai produk unggulan Desa Rapak Lambur ini dikarenakan buah tersebut cukup banyak peminatnya. Tetapi tidak jarang buah yang ditemukan tidak begitu sesuai dengan harapan."Kebanyakan karena cara panennya dengan dipetik dan belum terlalu matang, nah ini yang ingin dirubah. Kami ingin hasilnya benar-benar maksimal dan memiliki kualitas yang baik," jelasnya.
Selain buah durian, sektor pertanian juga menjadi program unggulan yang ingin ditonjolkan oleh Desa Rapak Lambur. Sebab, mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun. "Hampir 80 persen penduduknya adalah petani, sehingga dua sektor ini yang ingin dikuatkan. Tujuannya adalah agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.
Adapun untuk luasan lahan pertanian di Desa Rapak Lambur ini berkisar hingga 500 hektare yang masih produktif, namun memang belum terkelola dengan baik.
Sehingga ke depannya akan mengaktifkan dan lebih meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendorong kinerja para masyarakat petani di wilayahnya serta memperbaiki infrastruktur penunjang pertanian yang memang diperlukan. (Adv)
Editor: Maruly Zainuddin