Sadi dan Sengkaka sendiri diadopsi dari kata bahasa Kutai kuno yang merupakan panggilan terhadap istri, suami atau kekasih. Sadi yang berarti adinda dan Sengkaka yang berarti kakanda.
Disampaikan oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Aprilian Noor bahwa pemilihan duta budaya ini merupakan implementasi dari peraturan daerah tentang pemajuan kebudayaan dan identitas daerah.
"Tujuannya untuk menetapkan sepasang duta budaya yang memiliki wawasan luas tentang kebudayaan Kutai. Serta mampu untuk memperkenalkan dan promosikan dan melestarikan objek budaya Kukar," ujarnya.
Pemilihan Sadi dan Sengkaka ini diharapkan agar para pemuda mampu menjadi generasi emas yang berkontribusi aktif memajukan kebudayaan Kutai. Pemilihan ini mengusung tema yang diambil dari bahasa sansekerta yakni Nawasena Wijaya dengan maksud kebudayaan Kutai bisa mencapai kejayaan kemenangan di masa yang akan datang.
Assisten III Setdakab Kukar, Totok Heru Subroto yang membacakan sambutan dari Bupati Kukar sangat mengapresiasi atas tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan yang dilakukan oleh Disdikbud Kukar.
"Tujuannya untuk memunculkan pemuda-pemudi yang tidak hanya memahami tapi mampu memperhatikan keragaman budaya di Kabupaten Kukar. Sehingga ini menjadi cikal bakal untuk terus berprestasi," bebernya.
Ditambahkannya bahwa Kabupaten Kukar dalam konteksnya disebut sebagai miniatur Indonesia karena memiliki berbagai macam suku dan budaya. Untuk menjaga agar kebudayaan ini bisa tetap terpelihara dalam kemajuan dan perkembangan jaman sekarang, dibutuhkan peran kaum milenial.
"Peran mereka untuk membudayakan budaya yang ada di Kukar dan tidak meninggalkan kebudayaan yang dimiliki," ujarnya.
Untuk diketahui, pemilihan Sadi dan Sengkaka ini sudah dimulai sejak tanggal 26 Mei 2023 untuk proses pendaftaran. Dalam proses tersebut diikuti sebanyak 48 orang dari 12 kecamatan di Kukar. Sebelum akhirnya diseleksi menjadi 20 orang finalis yang berasal dari 8 kecamatan. Serta yang menjadi syarat mutlak adalah bisa diikuti oleh penduduk asli Kukar dengan kategori usia 16-24 tahun. (Adv)
Editor: Rusdianto