Meskipun sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan, kerja bakti sosial rutin dilaksanakan baik itu dua kali dalam sebulan ataupun sebulan sekali.
"Mayoritas sumber penghasilan warga kami sebagai nelayan dan ada juga yang sebagian bekerja di perusahaan. Namun kesibukan dengan profesi masing-masing bukan penghalang bagi kami untuk rutin melaksanakan kerja bakti," kata Sekretaris Desa Bukit Jering, Jasmawi kepada korankaltim.com, Jumat (2/6/2023).
Hal senada ditambahkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bukit Jering, Paujik Amrullah yang menjelaskan kerja bakti dilakukan dengan tanpa mengharapkan imbalan uang, dikerjakan secara sukarela, dan hasilnya dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Kerja bakti yang dilakukan secara rutin ini juga sebagai cara Pemerintah Desa Bukit Jering memberikan edukasi kepada generasi muda desa setempat betapa pentingnya memupuk rasa persaudaraan dan persatuan melalui kerja bakti bersama.
"Sebagai sarana edukasi kita kepada anak-anak di desa, sebab di era yang serba modern ini, tak dipungkiri rasa kebersamaan dan saling gotong royong juga empati kian terkikis oleh egoisme, kepentingan, hingga kesibukan pribadi. Oleh sebab itu, mengajarkan anak tentang kerja bakti sangat penting untuk memupuk tenggang rasa, empati, dan kepedulian terhadap sesama, inilah yang rutin dilakukan oleh masyarakat Desa Bukit Jering," ujarnya.
Paujik menegaskan, tujuan terpenting dari adanya kerja bakti ini ialah menciptakan kerukunan, kebersamaan, dan gotong royong antar warga. (Adv)
Editor: Rusdianto