"Bersama dengan satu perusahaan rencananya kami akan bergotong royong membersihkan sampah di sungai Tenggarong," kata Kepala DLHK Kukar, Alfian Noor.
Aksi bersih-bersih sungai ini akan digelar pertengahan Juni ini setelah berkoordinasi dengan pihak perusahaan utamanya mengenai teknis, lokasi dan juga tanggal pelaksanaan kegiatan.
"Kolaborasi ini juga untuk mengedukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai karena masih menjadi budaya bagi sebagian oknum masyarakat membuang sampah di sungai," ucapnya.
Alfian juga mengatakan selama ini sebenarnya sudah disediakan beberapa tempat penampungan sementara (TPS). Bahkan masyarakat bisa menaruh sampah yang berada didalam sebuah tempat di depan rumah. Sebab, setiap hari ada aktivitas pengangkutan sampah dengan menggunakan mobil pengangkut.
"Namun masih ada budaya sebagian oknum masyarakat yang bermukim di pinggir sungai untuk membuang sampah di jendela rumahnya. Maupun bagi oknum masyarakat lainnya yang membuang sampah langsung ke sungai," sebut Alfian.
Apa yang dilakukan ini nantinya juga akan melibatkan Rukun Tetangga (RT) yang ada di pinggiran sungai. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat dapat terlibat langsung secara bersama-sama dalam menjaga dan memelihara lingkungan.
"Sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa orang luar saja peduli dan bertanggung jawab dalam menjaga dan memelihara sungai serta lingkungan. Jadi seharusnya kita lebih peduli dan bisa sadar untuk tidak membuang sampah di sungai," tutup Alfian. (Adv)
Editor: Aspian Nur