Meskipun letaknya jauh dari permukiman warga namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara sigap menurunkan tim siaga karhutla menuju lokasi tersebut.
"Saat mendapatkan adanya titik panas api (hot spot), tim langsung diberangkatkan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Fida Hurasani saat dikonfirmasi Minggu (28/5/2023) sore tadi.
Lokasi karhutla memiliki akses jalan masuk yang sulit ditempuh dan hal itu jadi kendala bagi mereka. "Kami harus susah payah sampai ke lokasi, meminta bantuan alat berat kepada perusahaan yang ada disana untuk membuka akses ke titik api," ungkap Fida.
Api yang menjalar tersebut sempat berhasil padam dengan sendirinya sebelum sempat dijangkau petugas. Namun diduga karena bara api tertiup angin, beberapa titik lainnya dihamparan lahan gambut Sabtu (27/5/2023) kemarin dan hari ini.
"Beberapa titik api memang sudah perlahan hilang. Namun tim di lapangan tetap berupaya ke titik api untuk memastikan benar-benar padam," tegasnya.
Penyebab karhutla ini menurut Fida masih belum bisa memastikan. Sebab, kondisi lahan gambut tersebut masih cukup lembab di bagian bawah. Hanya saja memang di bagian atas kondisinya kering akibat musim kemarau.
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya dan masih diselidiki. Fokusnya adalah bisa sampai ke titik api untuk bisa dipadamkan terlebih dahulu sehingga tidak semakin menyebar," sebut Fida.
Laporan yang didapat hingga malam ini, tim masih belum bisa mencapai lokasi titik api karena akses jalan yang sulit ditempuh mengingat kawasan tersebut ditutupi rawa yang mencapai ketinggian dada orang dewasa.
Namun titik api sudah terpantau aman dan sudah padam saat dipantau menggunakan drone sore tadi. Api tersebut padam dikarenakan guyuran hujan. Meskipun demikian, tim tetap siaga memantau kondisi di lapangan sekitar 1 kilometer dari lokasi titik api sebelum meninggalkan lokasi untuk kembali menuju posko karhutla. (Adv)
Editor: Aspian Nur