Peletakkan batu pertama ini dihadiri juga oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, H Adji Mohammad Arifin bersama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kukar.
Dalam kegiatan tersebut, Edi Damansyah mengharapkan doa dari seluruh masyarakat agar pekerjaan fisik pembangunan tambahan gedung ini bisa selesai tepat waktu.
"Serta yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas bangunannya sesuai dengan standar yang ada atau sudah ditetapkan," ujar Edi.
Edi meminta dalam mengerjakan pembangunan tambahan gedung RSUD ini bisa mempedomani standar yang sudah ada. Sehingga tidak terulang lagi kejadian seperti saat perpindahan RSUD A.M Parikesit ini dari lokasi sebelumnya yang berada di Jalan Imam Bonjol tahun 2015 silam.
"Ternyata saat itu fisik gedungnya tidak bisa langsung digunakan karena tidak sesuai dengan standar. Sehingga pelayanan sempat tertunda dan harus menyesuaikan lagi bangunannya," tambahnya.
Terkait dengan pembangunan tambahan gedung yang mulai dilaksanakan kali ini, diketahui bahwa dalam prosesnya sudah melibatkan para ahli sejak awal perencanaannya. Sehingga Edi mengharapkan pekerjaan tersebut selesai tepat waktu dan kualitasnya sesuai dengan standar.
"Sama-sama kita semua mengawasi seluruh komponen yang terkait agar selesai tepat waktu," tegasnya.
Sementara itu terkait dengan waktu pekerjaan pembangunan, Edi menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan ini sedikit meleset dari prediksi awal. Sebab, di akhir bulan Maret lalu diprediksi seluruh proses administrasi maupun lelang pekerjaan itu sudah selesai. Namun ini sedikit meleset hampir dua bulan lamanya.
"Tertunda sekitar dua bulan dari prediksi. Kalau untuk lama pekerjaannya membutuhkan 7 bulan. Semoga kondisi alam juga memberikan dukungan sehingga ini bisa selesai paling tidak 6 bulan kedepan," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto