Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi hingga malam ini terpusat di Kawasan Taman Pintar, Tenggarong dengan melibatkan beberapa perangkat daerah teknis yakni, Diarpus, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Dinas Koperasi UKM dan Dinas Pariwisata (Dispar).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Sunggono mengatakan, perayaan ulang tahun kearsipan dan perpustakaan nasional di Kukar ini dilakukan kegiatan sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS).
Adapun tema yang diusung ialah, 'Transformasi dan Kolaborasi Gerakan Perpustakaan dan Kearsipan Dalam Rangka Kesejahteraan dan Kebahagiaan Masyarakat Kutai Kartanegara'.
"RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2021-2026 merupakan titik tolak untuk mencapai sasaran visi misi Kukar Idaman yaitu mewujudkan masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berbahagia, untuk itu penguatan proses transformasi ekonomi dalam rangka mencapai tujuan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetensi tinggi agar dapat mengakselerasi transformasi ekonomi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia," kata Sunggono.
Hal tersebut lanjutnya, merupakan upaya perpustakaan melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai pusat ilmu pengetahuan, menjadikan perpustakaan wahana pembelajaran sepanjang hayat untuk melahirkan berbagai inovasi dan kreativitas masyarakat.
Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat berkomitmen pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai pusat kebudayaan meningkatkan pelestarian dan dan pengembangan khasanah budaya secara berkelanjutan untuk kemajuan masyarakat.
"Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara telah dan akan terus menciptakan beragam program dan kegiatan untuk meningkatkan konektivitas mengembangkan konten dan merekatkan konteks pengetahuan bagi semua elemen masyarakat, hal tersebut dilaksanakan melalui peningkatan infrastruktur akses pengetahuan pengembangan ketersediaan sumber dan konten pengetahuan dan penguatan konteks pengetahuan bagi tiap individu," ungkapnya.
Upaya-upaya tersebut untuk menjamin keadilan pengetahuan dan peningkatan literasi bagi setiap warga negara sebagai prasyarat kehidupan yang lebih sejahtera.
Dilaksanakan kegiatan sosialisasi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam rangka peringatan Hari Perpustakaan dan Kearsipan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2023 dengan tema transformasi dan kolaborasi gerakan perpustakaan dan kearsipan dalam rangka kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Kutai Kartanegara ini diharapkan bisa memberikan manfaat.
"Bermanfaat terus berkembang serta memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama dalam perbaikan dan peningkatan perekonomian sehingga masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berbahagia terwujud secara nyata. Saya harapkan kepada semua peserta dan masyarakat agar dapat mengikuti kegiatan ini secara tuntas dan bersungguh-sungguh karena kita sendirilah yang wajib berusaha melakukan perbaikan dalam kehidupan kita dan kami akan terus melakukan evaluasi terhadap pencapaian yang dihasilkan oleh kegiatan ini," tegas Sunggono. (Adv)
Editor: Rusdianto