Namun nyatanya meskipun berstatus kecamatan baru, kekompakan dan kebersamaan masyarakat kecamatan yang memiliki 10 desa dibawah wewenang teritorial pemerintahannya ini ditunjukkan sangat luar biasa dan baik.
Camat Kota Bangun Darat, Zulkifli mengatakan pada pelaksanaan Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat (BBGRM) yang diawali serentak, Kamis (4/5/2023) kemarin sebanyak 300 orang lebih yang terlibat yakni terdiri dari Forkopimda, Perwakilan 10 Desa de Kecamatan Kota Bangun Darat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pihak perusahaan, mahasiswa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan lainnya.
"Gotong royong kemarin itu sebanyak kurang lebih 300 orang, dan kita pusatkan di Ibu Kota Kecamatan yakni Desa Kedang Ipil. Pertama kita membersihkan lingkungan yaitu balai adat, kemudian memperbaiki akses menuju wisata air terjun dan gotong-royong mencari kayu bakar untuk persiapan agenda Nutuk Beham" kata Zulkifli kepada korankaltim.com, Jumat (5/5/2024).
Kepedulian untuk turut mendukung sektor wisata juga ditunjukkan oleh Kecamatan Kota Bangun Darat pada pelaksanaan BBGRM kali ini yakni turut serta memperbaiki dan membenahi akses jalan Desa Kedang Ipil menuju Air Terjun Kandua Raya.
"Jalan semen vaping satu meter saja, menuju Kandua Raya di samping membersihkan rumput dan jalan menuju air terjun, kami cari kayu motok kayu dan belah kayu untuk Nutuk Beham" ungkapnya.
Agenda Nutuk Beham sendiri adalah budaya dan tradisi turun-temurun Desa Kedang Ipil dalam mengekspresikan wujud syukur masyarakat diberikan anugerah untuk panen raya.
"Jadi Nutuk Beham itu tanggal 11 sampai 14, selama empat hari, memang agenda tahunan turun temurun adat dari Kedang Ipil, wujud syukur panen raya khusus padi pulut habang (merah, red)" demikian Zulkifli.(adv)
Editor: Rusdianto