Karena itulah ada bahasa keramat yang pernah dicetuskan oleh bapak guru bangsa Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Song Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani yang artinya sebagai pendidik yang artinya di depan harus memberi teladan, di tengah harus membangun ide dan gagasan dan di belakang harus bisa memberikan motivasi dan dukungan kepada murid-muridnya.
"Dan semboyan ini yang dipakai oleh kementerian pendidikan, sampai pada leading sektor di dinas pendidikan. Hanya perlu diingat kunci suksesnya dunia pendidikan itu tidak hanya ada di guru tapi juga ada di orangtua. Pendidikan itu kuncinya bukan hanya di pemerintah melalui dinas pendidikan, kementrian, guru maupun juga satuan pendidikan. Tapi juga kuncinya ada di masing-masing orang tua peserta didik" kata Thauhid kepada Korankaltim.com, Rabu (3/5/2023).
Toi, sapaan akrab Thauhid mengungkapkan pentingnya peran orangtua berkaitan erat dengan banyaknya di era digitalisasi saat ini anak-anak yang putus sekolah sehingga hal ini juga menjadi penting bagi orangtua untuk mendidik anak-anaknya agar terus giat dan disiplin mengenyam pendidikan di sekolah.
Sebaik apapun sistem pendidikan dirancang, jika peserta didik tidak mendapatkan dukungan dari keluarga untuk melanjutkan pendidikan, maka ini akan berpengaruh pada mental anak dalam menuntut ilmu di semua jenjang pendidikan.
"Orangtua juga punya peran penting untuk mendidik anaknya, agar terus melanjutkan pendidikan. Jadi semua punya peran penting dalam mensukseskan pendidikan di Kutai Kartanegara," tutup Toi. (Adv)
Editor: Aspian Nur