Pemkab Kukar langsung merespon keluhan warga ini dengan menyiapkan perbaikan secara permanen. Dimana jembatan yang digunakan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari ini diperkirakan memakan anggaran sebesar Rp 13 Miliar, yang bersumber dari APBD Kukar 2023.
"Terkait Jembatan Sambera di Muara Badak, sudah kita minta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk menguji dengan baik penanganannya agar tepat," ucap Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, kepada awak media.
Rendi Solihin memastikan proses lelang akan dilakukan bulan depan sehingga perbaikan Jembatan Sambera ini bisa segera dilakukan.
"Insya Allah sudah kita anggaran penanganan permanen jembatan tersebut, di minggu ke-3 bulan depan saya minta paling lambat PU segera lelang," tegasnya.
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Restu Irawan menjelaskan bahwa jembatan sepanjang 60 meter tersebut nantinya akan diperkuat guna dapat kembali dilintasi. Rencananya akan dilakukan efisiensi dengan memaksimalkan kondisi dan memperkuat jembatan yang masih layak kemudian di permukaannya akan diaspal.
"Jika tidak ada kendala, lelang akhir April atau Mei sudah berkontrak," ujarnya.
Dijelaskannya bahwa tahap awal pengerjaan ini akan dilakukan pengalihan akses jalan warga, di mana masyarakat akan dialihkan menggunakan jalan pipeline Pertamina.
"Karena saat dilaksanakan pekerjaan rehabilitasi jembatan, bakal ditutup total agar tidak membahayakan pengguna jalan dan pekerja jembatan. Kalau untuk target waktunya, diperkirakan memakan waktu 5-6 bulan, dengan target akhir 2023 sudah bisa dipergunakan," tutupnya. (Adv)
Editor: Rusdianto