Kepopuleran jajanan ini ternyata sudah eksis sejak 2019 lalu dan kini Pemerintah Desa Teluk Dalam, dibawah komando Supian selaku Kades ingin tetap menjadikan jajanan khas ini semakin populer yakni dengan berupaya menata letak penggiat UMKM agar terpusat menjadi satu tempat.
"Kami terus menggiatkan UMKM kue keroncong, makanya kepada seluruh warga yang bergerak di bisnis kuliner itu kami sarankan untuk menata tempat, supaya nanti betul-betul tempat kita itu menjadi kampung wisata kuliner, sementara ini kami masih mengupayakan tempat mereka menjadi satu" katanya kepada korankaltim.com, Jumat (28/4/2023).
Menata tempat ini diupayakan agar setiap pengunjung yang singgah membeli tidak menyebabkan macet di badan jalan. Saat ini Pemdes Teluk Dalam masih mempersiapkan dulu mana ini kira-kira tempat yang tepat.
"Sempat ada usulan rencananya di kawasan PKM (Putri Karang Melenu), kita sudah ngomong bersama aset (BPKAD, red) kemarin dan rencana di PKM. Dari pihak aset menyambut baik" ungkapnya.
Sembari proses ini terus berjalan, Pemdes Teluk Dalam saat ini tengah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada seluruh penjual kue keroncong agar memadupadankan warna rombong lapak jualannya.
"Harapannya saat ini usulan kita mau mengadakan agar rombong-rombong nya itu sama semua, biar senada, tercatat ada 30 orang. Memang khas ya, keroncong nya gurih, pengunjung sendiri yang senang membeli, harapannya UMKM turut mendukung apa yang ingin diterapkan oleh pemerintah, diatur dan sebaiknya mereka mendukung biar tertata dengan baik" demikian Supian. (Adv)
Editor: Rusdianto