Hal ini disampaikan Kepala Disdukcapil Kutai Kartanegara M Iryanto kepada Korankaltim.com, Jumat (28/4/2023) pagi ini. “Pemkab melalui Disdukcapil sudah mengalokasikan anggaran dua milliar rupiah untuk pengadaan blanko KTP fisik sebanyak 200 ribu keping" kata Iryanto.
Pengadaan blanko ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kutai Kartanegara yang ingin memiliki bentuk fisik KTP elektronik (KTP-El), meskipun dalam perkembangannya aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) terus gencar dilakukan oleh Disdukcapil.
Selain itu juga pengadaan blanko ini dilakukan untuk mengantisipasi Pemilu 2024, baik Pilpres, Pileg, bahkan Pilkada.
"Sebab selama ini pasokan blanko dari pusat itu selalu kurang dari jumlah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kami perlunya 55 ribu keping untuk penggantian data, ternyata dapatnya 4 ribu, dan selalu begitu seterusnya, jadi tidak bakal terpenuhi" papar Iryanto.
"Insya Allah blanko itu akan memenuhi kebutuhan selama ini yang berasa kurang. Padahal satu sisi kami sudah menerapkan aktivasi identitas kependudukan digital" imbuhnya.
Disdukcapil akan terus berupaya agar bisa melakukan pengadaan blanko dan ada celah untuk itu melalui jalur hibah yang berdasarkan Kemendagri nomor 99 tahun 2019 tentang belanja hibah daerah untuk pengadaan blanko.
"Dasar itu kami pakai, sekarang itu sudah berproses baik dari penandatanganan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) dengan transfer dana dan selanjutnya dilakukan oleh pusat dengan dana tersebut untuk pengadaan blanko 200 ribu keping itu" sebut Iryanto. (adv)