“Anomali iklim yang menyebutkan meskipun masih diprediksi dan kami secara resmi belum menerima, hanya memang kami telah menyarankan kepada petani-petani melalui penyuluh lapangan sudah kami instruksikan untuk mempercepat musim tanam” kata Sutikno kepada korankaltim.com, Kamis (27/4/2023).
Sutikno mengungkapkan fenomena ini kan masih dalam prediksi namun pihaknya tetap meyakini bahwa ini adalah ilmiah dan para ahli telah menyampaikan bahwa akan benar ada gelombang panas yang tentunya akan berdampak pada sektor pertanian.
“Dinas pertanian dan peternakan melalui teman-teman di lapangan sedang menginstruksikan kepada kelompok tani untuk mempercepat tanam, memang dalam hal ini kita harap mudah-mudahan saja yang akan terjadi ini tidak begitu signifikan dampaknya karena kan kita juga meredam situasi kondisi ini jangan sampai masyarakat petani terjadi gejolak” ungkapnya.
Selain memberikan pemahaman kepada para petani untuk mempercepat masa tanam, keberadaan embung-embung yang tersebar di kecamatan-kecamatan juga akan dimaksimalkan agar gelombang panas ini tidak menyebabkan kekeringan.
“Embung-embung yang kita bangun itu kita antisipasi untuk mempersiapkan jaringan-jaringan irigasi pangairan-pengairan. Untuk embung itu pada tahun kemarin kita sudah bikin sekitar 14 unit dan tahun ini rencana kita akan bangun 27 unit” terangnya.
Keberadaan sarana prasarana pertanian juga akan dimaksimalkan oleh Distanak, juga termasuk memaksimalkan sumber air yang ada di void dengan menggunakan mekanisasi pompa air portable yang ada di Balai Penyuluh Pertanian (BPT).
“Kita siapkan semua itu juga instruksikan kepala bidang tanaman pangan dan hortikultura dan bidang sarana dan prasarananya untuk mempersiapkan, termasuk untuk mempersiapkan dampak dari gelombang panas ini kan tentu saja akan ada serangan hama dan penyakit gangguan organisme tanaman. Untuk itu kita sudah siapkan obat-obatan di gudang jadi kita sudah standby” tegasnya.
Semua telah diintruksikan kepada seluruh penyuluh pertanian hinga tingkatan level terbawah agar memberikan arahan kepada seluruh petani dan Gapoktan juga KTNA yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kukar.
“Hingga level terbawah sudah kita instruksikan untuk menginfokan kepada gapoktan dan kelompok tani, KTNA juga sudah kita sampaikan bahwa akan ada gelombang panas berdasarkan dari BMKG ya mudah-mudahan ini tidak terjadi dan kalaupun itu terjadi kita sudah antisipasi untuk kita siapkan semua” pungkas Sutikno. (Adv)
Editor: Rusdianto