Kepala Distanak Kukar, Sutikno didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sugiono mengatakan bahwa hingga saat ini Distanak belum mendapatkan info secara resmi terkait dengan gelombang panas, namun tetap bersiap menyikapinya.
“Di tempat kami itu ada DPI atau Dampak Perubahan Iklim, nah nanti itu seperti apa kita akan mempersiapkannya. Kami pada tahun beberapa waktu dulu juga pernah diprediksi akan datang banjir besar, eh tahunya ya enggak, cuma antisipasi tetap dilakukan oleh bagian seksi proteksi” katanya kepada korankaltim.com, Rabu (26/4/2023).
Sebelum adanya isu gelombang panas yang dipredikasi akan menyerang kawasan asia termasuk Indonesia, Distanak Kukar telah melakukan berbagai macam imbauan dan arahan kepada seluruh petani yang ada di seluruh kecamatan se-Kukar.
“Ya paling tidak memberikan imbauan ke petani dan petani sudah paham itu DPI dan semacamnya, kalau memang gelombang panas itu ya pasti dampaknya membuat kering, jadi kami menyikapinya mempercepat jadwal tanam, dan harusnya ini sudah tanam cuma karena kita ini budaya Idul Fitri sampai satu Minggu, harusnya sudah ada yang tanam olah tanah sudah selesai, dan moment lebaran kemarin itu yang harusnya jadwal tanam” ungkapnya.
Meskipun mengalami jadwal tanam yang mundur karena momen hari raya, Distanak Kukar tetap optimis jika gelombang panas yang diprediksi akan menyerang ini tidak berdampak signifikan dengan produksi pertanian di Kukar, khususnya tanaman padi.
“Saya sudah keliling dan pantau semua, sebenarnya tanaman ini intinya kan air, tapi kalau padi ini masih bagus, walaupun kering itu dia masih bisa, yang penting itu pas waktu tanam itu harus cukup air. Kalau fase generatif tidak terlalu memerlukan air. Namun DPI tetap selalu disikapi apakah itu nanti curah hujan tinggi ataupun kekeringan, jadi kita sudah tetapkan strategi” tegasnya. (Adv)
Editor: Desman Minang