Medali tersebut diraih Cabor sepakbola di Porprov VII Kaltim tahun 2022 di Kabupaten Berau.
"Kita perolehan medali keseluruhan memang peringkat 3, tapi kita patut berbangga karena sepak bola kita juara umum, ini bukti kalau putra daerah asli Kukar mampu menjadi yang terbaik di Kaltim, dengan pembinaan yang baik hasilnya pasti akan baik" kata Bupati Kukar, Edi Damansyah.
Menyikapi prestasi ini, Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kukar H Ardinansyah menjelaskan bahwa proses meraih medali emas di olahraga sepakbola ini melalui perjalanan yang panjang dan cukup berliku ditambah lagi melawan situasi pandemi covid-19 dua tahun lalu.
"Prestasi ini dimulai saat Bupati Kukar Edi Damansyah memberikan tugas kepada Askab PSSI Kukar agar para pemain sepakbola berasal dari putra-putra daerah Kukar. Putra daerah itu ketika dilatih dan dibina, kata Bupati insyaallah jadi yang terbaik dan alhamdulillah kita mampu mewujudkannya yang pertama" ucapnya.
Haji Nan sapaan akrabnya menyebutkan, pihaknya melakukan seleksi di 18 kecamatan (pada waktu itu, kini 20 kecamatan, red), 193 desa, dan 44 kelurahan. Kemudian, dilanjutkan dengan seleksi daerah yang dibuat menjadi enam zona.
“Ada Tenggarong kota, Muara Kaman, Kenohan, Kembang Janggut, Samboja, dan Muara Badak,” sebutnya.
Dari enam zona ini, Askab PSSI Kukar menghimpun 55 pemain. Pihaknya kemudian mencari tim pelatih untuk melatih para pemain tersebut. Persiapan latihan dilakukan selama 7 bulan. Tahapan latihan dilaksanakan di Stadion Rondong Demang Tenggarong.
"Selama berlatih, semua pemain tidak diperbolehkan pulang ke rumah, kami tegas dan disiplin" jelasnya.
Setelah melewati proses panjang, pihaknya berhasil menyeleksi 23 orang pemain. Mereka inilah yang diikutsertakan dalam Porprov Kaltim di Kabupaten Berau.
Berkat torehan mentereng dan pertama kali dalam sejarah ini, cabor sepakbola Kukar pun mendapatkan bonus Rp 100 juta, yang dibagikan kepada para pemain, pelatih, dan manajer.
Saat ini, Askab PSSI Kukar berkat pembinaan dan materi latihan yang terukur dan terstruktur telah memiliki kelompok pemain U-10, U-13, dan U-14. Ini bukti pembinaan terus berlangsung di Askab PSSI Kukar yang mengedepankan putra asli daerah Kukar ini.
"Mereka akan menjadi generasi yang akan terus dibina untuk mengharumkan nama Kukar. Artinya, ketika pemain Porprov yang saat ini usianya sudah lewat, regenerasi di bawah mereka sudah siap sedia" tegas Haji Nan yang juga Kepala Desa Benua Puhun Kecamatan Muara Kaman ini. (Adv)
Editor: Aspian Nur