"Alhamdulillah kalau dari pantauan kita secara umum khususnya bahan pokok dari stoknya juga masih mencukupi dari rantai distribusinya pun dari 20 kecamatan itu pantauan kami masih berjalan dengan baik" kata Edi kepada awak media, pagi ini usai melakukan monitoring dan berkomunikasi langsung dengan pedagang mulai dari pedagang telur, pedagang daging ayam, daging sapi dan sayuran.
Edi mengaku bersyukur selain ketersediaan barang pokok masih cenderung aman, daya beli masyarakat Kukar pun juga terbilang cukup stabil. "Kalau dilihat dari daya beli masyarakat masih stabil dan harganya tidak ada kenaikan signifikan normal-normal saja" ungkapnya.
Namun orang nomor satu Kukar ini sedikit menyoroti terkait distribusi barang kebutuhan pokok yang masih melibatkan daerah tetangga, tidak dikelola sendiri oleh lokal Kukar.
"Tapi kan memang prinsipnya kalau di Tenggarong ini peran distributor nya tidak ada, semua di Samarinda tapi memang masih tetap terjaga mata rantai distribusi nya terus berkaitan dengan bagaimana kendali harga" jelasnya.
Untuk tetap mengimbangi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil meskipun peran distributor bukan berada di Kukar, Pemerintah Kabupaten Kukar melakukannya dengan operasi pasar ke kecamatan-kecamatan melibatkan Bulog.
"Tapi disisi lain juga kami tengah mengimbangi dengan kegiatan operasi pasar, jadi operasi pasar ini kami kerja sama dengan Bulog, Bulog penyedia bahan pokoknya kami Kutai Kartanegara mensubsidi ongkos angkutnya, jadi sinergitas nya seperti itu, Alhamdulillah mendekati idul Fitri ini tadi ketersediaan barang ada, terus mata rantai distribusi berjalan dengan baik yang paling utama daya beli masyarakat masih dalam keadaan normal" tegasnya.(ADV)
Editor: Rusdianto