“Memang dari rencana yang sudah dilakukan mulai 2017 menjalin kemitraan bahkan dari kultur Desa Kedang Ipil orangnya mudah diajak kerjasama, jadi manajemen PT ITCI KU memilih Kedang Ipil sebagai pilot project dari desa-desa binaan PT ITCIKU yang masuk ring 1cdari 3 kabupaten yang masuk kawasan hutan PT ITCI KU,” kata Kepala Desa Kedang Ipil, Kuspawansyah kepada Korankaltim.com, Selasa (28/3/2023).
PT ITCI KU sendiri untuk penguatan pola kerjasama kemitraan dengan masyarakat Desa Kedang Ipil membentuk koperasi sebagai lembaga badan hukum yang menaungi pengusaha di Kedang Ipil. Adapun luasan lahan yang dikerja samakan seluas 500 hektar.
“Lahan itu yang diberikan dikerjasamakan dengan warga kami kurang lebih 200 jiwa, untuk tanaman kerasnya itu sengon, tanaman kehidupannya ada singkong jagung dan lainnya” ungkap Kuspa.
Atas kolaborasi ini, tentu masyarakat desa juga sangat mendukung dan menyambut baik, karena Pemdes Kedang Ipil juga berharap agar masyarakat desanya mampu mengalihkan usaha masyarakat yang selama ini mengolah lahan dengan cara membakar berpindah-pindah yang ada di wilayah hutan PT ITCI KU beralih pada pengolahan lahan secara tetap.
“Alhamdulillah warga juga setuju dengan program seperti itu, nanti PT ITCI KU yang menyiapkan bibit nya baik tanaman keras ataupun tanaman kehidupan, warga desa yang mengolah secara tetap dan berkelanjutan di lahan yang disiapkan, nanti bagi hasil dan untuk menjual hasil panen-nya yang membeli langsung PT ITCI KU, jadi pasarnya sudah jelas” tegas Kuspa. (Adv)
Editor: Aspian Nur