Kepala Disperindag Kukar, Arfan Boma mengatakan operasi pasar ini dilakukan untuk menyikapi persiapan menjelang bulan Ramadan, karena seperti tahun-tahun sebelumnya jika akan memasuki hari-hari besar keagamaan, sejumlah komoditi bahan pokok mengalami kenaikan harga.
"Informasi sementara ini masih normal karena Disperindag sudah mengantisipasi melakukan operasi pasar dengan target di 20 kecamatan secara simultan bekerjasama dengan Bulog" kata Arfan kepada korankaltim.com, Selasa (21/3/2023).
Kerjasama dengan Bulog ini secara kontinyu dilakukan oleh Disperindag agar ketersediaan barang di tengah-tengah masyarakat tidak mengalami kelangkaan. Disperindag dalam hal ini melakukan pendampingan selalu agar masyarakat Kukar bisa dengan mudah mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan cakupan harga yang terjangkau, meskipun mengalami kenaikan harga namun tidak begitu signifikan dan ketersediaan barang tetap terjaga serta mudah untuk didapatkan.
"Memang ada kenaikan harga itu pasti menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, itu sudah lumrah setiap tahun, karena antara keperluan dan ketersediaan kan beda dengan bulan biasa, jadi antisipasi kita yang penting masyarakat itu barangnya ada, sepanjang barang pokok penting itu ada walaupun naik sedikit, masyarakat memaklumi, Alhamdulillah" ungkapnya.
Operasi pasar ini akan terus dijadwalkan rutin menyesuaikan dengan agenda dari Bulog. Untuk di Kukar sendiri dalam sebulan bisa dilakukan empat hingga lima kali operasi pasar langsung ke kecamatan - kecamatan. "Yang terbaru kemarin kita rampung di kecamatan Sangasanga, hari ini InsyaAllah di Kecamatan Sebulu kemudian besok dilanjutkan di Tenggarong Seberang dan Loa Kulu, target 20 Kecamatan semua bisa dilakukan operasi pasar" demikian Boma.(ADV)
Editor: Rusdianto