Melasti merupakan bentuk pensucian diri umat Hindu menjelang hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945. "Upacara ini dilaksanakan seluruh umat hindu menjelang perayaan hari Raya Nyepi. Nuansanya berbeda jika dibandingkan tahun lalu," ungkap Edi.
Edi berharap pelaksanaan di tahun-tahun berikutnya bisa dikemas lebih baik lagi. Pemerintah mendukung dan menyarankan bisa dilakukan di Pulau Kumala Tenggarong.
"Mungkin bisa dilakukan di Pulau Kumala, karena ada ornamen disana yang berlatar belakang agama Hindu juga. Jadi bisa dapat dari sisi keagamaannya," ujarnya.
Selain bisa memfasilitasi dan memberikan kesempatan yang sama dalam menjalankan ibadahnya. Dampak lain yang bisa didapat dari pelaksanaan di Pulau Kumala juga bisa meningkatkan perkembangan destinasi wisata tersebut.
"Jadi ini bisa sekaligus meningkatkan destinasi wisata, sebab di Kukar ini kita punya banyak, salah satunya wisata religi. Sehingga program keagamaan dan juga perekonomian bisa berjalan," tambahnya.
Edi juga mengapresiasi atas terjaganya kondusifitas, keamanan, ketertiban dan kerukunan yang terjalin selama ini. Serta mengharapkan apa yang sudah terbina dengan baik ini bisa terus dipertahankan dengan baik.
"Apa yang sudah dilakukan bersama dan sudah memberikan manfaat baik bagi kita semua ini bisa tetap terus dijaga. Jangan mudah terprovokasi sehingga membuat kita terpecah belah," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur