Program ini, juga menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan membumikan Alquran. Untuk itu, kegiatan yang lain yang masih senapas juga kian dioptimalisasi. Hal ini terbukti dengan raihan prestasi di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan sukses sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan Alquran.
Kepada Kafilah MTQ yang Bakal Ikuti Training Center, Bupati Kukar Minta Maksimalkan Potensi lewat Program Dedikasi
Sebagai bagian dari persiapan wakil Kutai Kartanegara untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kutai Kartanegara bakal menggelar training c center (TC), latihan terpusat, untuk persiapan ke ajang itu.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara H Sunggono Kasnu. TC bakal digelar mulai 5 - 15 Mei 2022 mendatang atau setelah Lebaran Idul Fitri 14443 Hijriyah di sekretariat LPTQ Kukar.
Persiapan harus dilakukan sejak jauh-jauh hari agar para kafilah Kukar tampil mantap dengan target mempertahankan gelar juara umum untuk keempat kalinya.
"Sekarang kan masih TC di masing-masing cabang, belum TC terpusat," jelas Sunggono yang juga Ketua Umum LPTQ Kukar kepada Korankaltim.com Senin (21/3/2022) hari ini. Kafilah yang menjadi juara pada MTQ tingkat kecamatan akan ikut dalam TC ini, hanya saja menurut Sunggono akan ada beberapa perubahan, diantaranya beberapa kafilah yang tidak bisa mengikuti TC mengingat usianya yang sudah melebihi batas dan beberapa hal lainnya.
Namun secara garis besar, semua hal berkaitan dengan persiapan sudah mulai dilakukan. “MTQ ini merupakan ajang menguji hasil pembinaan yang dilakukan LPTQ. Bupati mengamanatkan agar LPTQ memaksimalkan semua potensi yang ada terlebih lewat program-program dedikasi Kukar Idaman,” papar Sunggono.
Program-program dedikasi seperti Satu Kukar Satu Hafiz Quran yang melahirkan minimal satu hafiz di 193 desa dan 44 kelurahan, Dai Masuk Desa, hingga Gerakan Etam Mengaji (Gema) yang juga melahirkan guru-guru mengaji Alquran tentu memiliki korelasi dengan prestasi yang sudah ditoreh selama beberapa tahun terakhir.
"Semua program dedikasi insya Allah selalu ada korelasinya dengan itu. Ini kan baru berjalan dua tahunan, insyaallah akan terus berprogres," ucap Sunggono.
Pertama Kali di Kaltim, Kukar Raih Juara Umum MTQ 5 Kali Berturut-turut
Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil meraih Piala Juara Umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) lima kali berturut-turut.
Merayakan kemenangan itu, pagi tadi Bupati Edi Damansyah beserta rombongan kafilah Kukar melakukan arak-arakan piala dari simpang tiga Loa Janan menuju Kantor Bupati Kukar. Kukar berhasil mendapatkan poin tertinggi dengan angka 94. Angka ini lebih tinggi dibanding dengan MTQ tahun lalu di Bontang, yakni 83.
Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Kukar. Edi Damansyah mengatakan, kemenangan ini merupakan hasil dari rasa syukur, ikhtiar dan doa yang senantiasa dilakukan hingga akhirnya mencapai hasil yang menggembirakan.
“Tidak terlepas dari dua hal tadi, ikhtiar dan doa. Ikhtiarnya bagian dari manajemen pembinaan dan stakeholder yang terlibat, selain itu kita berdoa,” kata Edi, Minggu (29/5/2022).
Pada kesempatan ini, Edi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya masyarakat Kukar yang telah memberikan semangat dan doa. Kemudian para orang tua yang telah mempercayakan anaknya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) untuk mengikuti pembinaan selama berbulan-bulan.
“Inilah bentuk nyata pembangunan itu ada partisipasi masyarakat. Saya berharap apa yang sudah kita capai di MTQ tingkat provinsi yang sudah lima kali juara ini menjadikan dorongan motivasi kita terus,” harapnya.
Dia menambahkan bakal memberikan satu unit rumah di Tenggarong bagi kafilah yang berhasil meraih juara umum pada MTQ tingkat nasional nanti. “Kan kalau atlet saja dapat medali emas, masa orang hapal Alquran 30 juz tidak mendapat juga yang seperti itu, jadi biar ada keseimbangan antara dunia dan akhirat,” demikian Edi.
Piala Bergilir Juara Umum MTQ ke-43 Diarak dari Loa Janan ke Tenggarong, Bupati Siapkan Bonus Bagi Kafilah Berprestasi
Piala bergilir MTQ ke-43 tingkat Provinsi Kaltim berhasil kembali dibawa pulang oleh Kafilah Kutai Kartanegara setelah berakhir Sabtu (28/5/2022) malam.
Ya, Kukar kembali keluar sebagai juara umum untuk kelima kalinya ajang ini, mengalahkan kafilah Samarinda yang berada di posisi kedua dan Bontang di posisi ketiga perolehan nilai akumulasi dari beberapa cabang lomba.
Piala tersebut Minggu (29/5/2022) pagi tadi diarak dari simpang tiga Loa Janan menuju Kantor Bupati Kukar untuk penyambutan kafilah Kukar merayakan raihan juara umum kali ini di Ruang Serba Guna.
Bupati Kukar H Edi Damansyah mengucapkan syukur atas hasil ikhtiar dan doa yang menyertai Kafilah Kukar saat bertanding di MTQ ke-43 Kaltim lalu yang juga tidak lepas dari peran serta orang tua peserta.
Tidak menutup kemungkinan, enam kali berturut-turut menjadi target Kukar kedepannya. Namun Edi tetap menekankan soal pembinaan Kafilah Kukar setelah ini. "Kalau pembinaannya baik, hasilnya juga baik," kata Edi.
Ini menurut Edi adalah buah hasil dari evaluasi-evaluasi yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar sejak 2016 lalu dan program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) Alquran yang selama ini digaungkan. Yang mulai sejak itu, Kukar meraih Juara Umum berturut-turut. Pola pembinaannya bahkan melibatkan Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ), Institut Ilmu Quran (IIQ), hingga Lembaga Kaligrafi di Majalengka.
Tak hanya itu, dilakukan peningkatan kompetensi para pelatih dan asesmen dewan hakim agar hasil dari pelatihan Kafilah Kukar benar-benar terstandar.
Singkatnya, Edi mengadopsi pola pembinaan di bidang olahraga untuk kemudian diterapkan dalam pembinaan peserta MTQ asal Kukar ini. Setelah ini, yang menurutnya sangat penting dilakukan adalah mempersiapkan regenerasi. Akan dilakukan evaluasi salah satunya terkait regenerasi ini.
"Karena sekarang ada tingkatan yang dicapai juara satu, nanti kedepan usianya sudah bertambah dan sudah tidak masuk lagi usianya. Jadi kita menyiapkan lapisan berikutnya, generasi berikut juga harus terencana dengan baik," bebernya.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi dalam menggemakan Alquran di Kukar. Juara umum MTQ ini hanya sasaran antara. "Sasaran utamanya membumikan Al-Quran di Kukar dan nanti mewujudkan generasi yang Qurani di Kukar," tegas Edi.
Pemkab Kukar sudah menyiapkan bonus atas perolehan prestasi kafilah Kukar ini. Bahkan Edi menyebut akan mempersiapkan satu rumah di Tenggarong bagi Kafilah Kukar jika nantinya meraih juara umum pada MTQ tingkat nasional saat mewakili Benua Etam.
"Kalau atlet saja dapat medali emas, masa orang hafal Alquran 30 juz tidak mendapat juga yang seperti itu, jadi biar ada keseimbangan antara dunia dan akhirat," tegas Edi.
Sementara Sekda Kukar Sunggono selaku Ketua LPTQ Kukar menyebutkan, setelah ini akan ada rapat evaluasi Pengurus LPTQ bersama pelatih dan panitia. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar juga ingin dilibatkan dalam hal ini.
"Ada hal-hal baru mungkin yang terlepas dari pengetahuan kami, bisa kami dapatkan dari unsur-unsur lain itu," kata Sunggono.
Mewakili LPTQ Kukar dan segala pihak yang terlibat dirinya menyampaikan terima kasih dan mengucap syukur atas gelar juara lima kali beruntun ini.
Dia menyampaikan permohonan maaf jika selama fasilitasi terdapat kekurangan yang dirasa kurang berkenan dari segala pihak.
"Mudah-mudahan niat bersama untuk membumikan Alquran sebagaimana pak bupati melalui LPTQ, melalui MTQ bisa mencapai bersama di masyarakat," tutup Sunggono.
Kafilah Kukar Terima Bonus dari Bupati, Berikut Besarannya yang Diterima
Kafilah Kutai Kartanegara (Kukar) yang berhasil meraih juara pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-43 tingkat Provinsi Kaltim beberapa waktu lalu menerima bonus dari Bupati Kukar Edi Damansyah.
Bonus diberikan kepada kafilah yang meraih Juara I hingga Juara Harapan pada setiap cabang yang dilombakan. Penyerahannya dibarengi dengan acara syukuran atas Juara Umum yang diraih Kukar lima kali berturut-turut, Minggu (5/6/2022) malam.
Besarannya, peraih Juara I menerima bonus sebesar Rp20 juta, Juara II menerima Rp15 juta, Juara III menerima Rp10 Juta. Kemudian, Juara Harapan I menerima bonus senilai Rp5 juta, Harapan II Rp4 juta, dan Harapan III menerima Rp3 juta.
Bahkan, Edi berencana menyediakan sebuah rumah bagi Kafilah Kukar berprestasi yang berhasil meraih Juara Umum pada MTQ Nasional nanti tapi dia berpesan supaya para kafilah tetap fokus berlatih dan belajar meningkatkan kualitas diri.
Bonus yang diberikan diharapkan dapat menjadi pelecut semangat Kafilah Kukar untuk kembali bertanding di ajang MTQ ke-44 Kaltim di Penajam Paser Utara (PPU) nantinya.
Edi juga berencana untuk mengumrahkan setiap cabang lomba yang berhasil meraih Juara I pada MTQ ke-44 jika Juara Umum kembali diraih untuk keenam kalinya.
“Apresiasi pejuang Alquran ini tidak bisa dinilai dengan apapun, tapi Pemkab Kukar akan terus memperhatikan hal tersebut,” ujarnya.
Selanjutnya, usai meraih Juara Umum lima kali beruntun tingkat provinsi, Kabupaten Kukar bakal mengubah strategi pembinaan para kafilah agar kemampuannya terus meningkat.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar Sunggono mengatakan, tentu akan dilakukan perubahan strategi pembinaan nantinya.
Bahkan target ke depan akan tetap mempertahankan gelar Juara Umum pada MTQ ke-44 Provinsi Kaltim mendatang. “Insya Allah, kami kini juga sudah punya strategi baru dalam pembinaan kedepan,” pungkasnya.
Prestasi Kafilah Kukar di MTQ Kaltim Tak Lepas dari Fasilitasi dan Pembinaan Pemkab
Prestasi yang ditoreh kafilah Kukar dalam meraih gelar Juara Umum MTQ tingkat Provinsi Kaltim selama lima kali berturut tak lepas dari fasilitasi penuh Pemkab Kukar.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan salah satu fasilitasi yang diberikan dari segi pendanaan. Edi juga sudah meminta kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar untuk terus melakukan evaluasi sejak tahun 2016.
“Sejak 2016-2017 (evaluasi), kita meraih juara 2018. Salah satu yang kami mintakan ke LPTQ itu harus melakukan reform. Saat itu saya ketua LPTQ 2018, kita lakukan perubahan pembinaannya dilebihkan porsinya,” jelas Edi.
Edi menyebut, porsi pembinaan lebih banyak sehingga anak-anak bisa mendapatkan pembelajaran yang baik dan maksimal. Pola pembinaannya pun tidak dijalankan sendiri oleh pemda, melainkan ada kontribusi dari pihak lain.
Kerjasama dengan Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), ada institut ilmu Alquran Majalengka, lembaga kaligrafi,” sebutnya.
Selain itu, peningkatan kompetensi para pelatih juga dilakukan dan distandarkan dengan tingkat yang telah ditetapkan PTIQ. Menurutnya, pelatih yang berkualitas tentu akan memberikan pelatihan dengan kualitas yang sama.
“Juga kita lakukan pengiriman, ada anak kita seleksi dikirim, kalau dia unggul di kaligrafi kita ikutkan di kaligrafi dan melakukan tryout-tryout gitu. Sama lah kalau teman-teman melihat pembinaan olahraga sama kan, banyak bertanding. Saya mengadopsi seperti itu, LPTQ pasca kami itu alhamdulilah sudah berjalan dengan baik,” ucapnya.
Setelah ini, Edi juga meminta LPTQ untuk segera melakukan evaluasi, karena perlu melakukan regenerasi kafilah. Mengingat ada target yang harus dicapai, yakni menjadi juara satu. “Insya Allah (juara enam kali), kita pembinaan dulu lah. Kalau pembinaannya baik, hasilnya juga baik” tukasnya.
Dukung Gerakan Etam Mengaji, DP3A Kukar Gelar Khotimil Quran
Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyelenggarakan kegiatan Khotimil Quran 17 Syawal 1443 Hijriah.
Kadis DP3A, Aji Lina Rodiah menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda), yakni Gerakan Etam Mengaji yang sudah dilaksanakan oleh seluruh OPD di Kukar beberapa tahun lalu. “Nah sekarang ini kita mulai lagi untuk menindaklanjuti program Pemda ini,” tuturnya, Rabu (18/5/2022).
Dia mengatakan, acara Khotimil Quran itu dilaksanakan usai libur panjang, sehingga ini dapat menjadi bagian untuk mempererat tali silaturahmi antar ASN DP3A. “Dengan terjalinnya tali silaturahmi ini diharapakan dapat meningkatkan kerja sama yang lebih baik lagi dan terbangun solidaritas antar ASN,” harapnya.
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan Kualitas Keluarga Data Informasi, Chalimatus Sa’diah menerangkan, kegiatan ini merupakan rangkaian tadarusan yang dilaksanakan pada bulan Ramadan lalu. Tujuannyai untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, juga untuk mensyiarkan bulan Ramadan.
“Bahkan selama satu bulan penuh saat Ramadan yang merupakan bulan Alquran, ASN di lingkungan DP3A telah mengkhatamkan 30 Juz Alquran,” terangnya.
Ia berharap, seluruh ASN dapat mengamalkan kegiatan tadarusan ini. Tak hanya pada bulan suci Ramadan saja, melainkan terus dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya.
Sekretaris DP3A Heru Suprayetno menambahkan, dengan semangat Khotimil Quran ini jajaran DP3A bisa membangun kolaborasi antar bidang untuk meningkatkan kinerja dinas. Dengan kolaborasi tentunya akan dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan di dalam Renstra.
“Sehingga ke depannya kita bisa berinovasi yang lebih baik lagi untuk masyarakat khususnya perempuan dan anak. Sebaiknya kegiatan Khotimil Quran ini kita agendakan setiap tahun,” demikian Heru.
Representasi GEMA dengan Realisasikan Yok Etam Mengaji, Disdikbud Diapresiasi Sekda Kukar

Gerakan Yok Etam Mengaji yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Jumat (22/4/2022) sore kemarin berhasil menghadirkan ribuan pelajar mahasiswa serta masyarakat di sepanjang jalan pedestrian, kelurahan Timbau, Tenggarong.
Suasana ramainya lantunan ayat suci Alquran terdengar mulai dari Taman Kota Raja Jalan Wolter Monginsidi menuju arah Jalan KH Akhmad Muksin. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Sunggono mengapresiasi dan berterima kasih atas suksesnya gerakan ini. "Yok Etam Mengaji yang merupakan representasi dari kegiatan GEMA," kata Sunggono.
GEMA adalah kependekan dari Gerakan Etam Mengaji Alquran yang bahkan sudah digerakkan sejak beberapa tahun lalu. Kini, di eranya Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing, Mandiri (Kukar Idaman) semakin digalakkan.
Menurut Sunggono yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar itu, Yok Etam Mengaji kemarin adalah terjemahan daripada dari GEMA Kukar Idaman itu sendiri.
"Mudah-mudahn bisa diikuti kawan-kawan OPD lain, yang secara linier atas program itu," harapnya.
Esensi daripada GEMA ini, kata Sunggono, meniadakan lagi anak-anak yang buta akan baca tulis Alquran, dan oleh Disdikbud Kukar kegiatan ini berhasil direalisasikan. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi