Inilah yang mendasari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar menggelar Pelatihan Surveyor atau juru ukur, di Hotel Jamrud 2 Samarinda, 29 November - 8 Desember 2022.
Plt Kepala Distransnaker Kukar M Hatta mengatakan pelatihan ini akan memberikan solusi dimana bagian lapangan akan memberikan data berupa file kepada bagian pengolahan data, dengan file tersebut bagian pengolahan tidak lagi melakukan input secara manual sehingga kesalahan input maupun kesalahan baca dapat dihindari. Bagian pengolahan data dapat langsung mengolah file data dari lapangan menjadi sebuah peta digital.
“Pelatihan ini sebagai penegasan Distransnaker Kukar untuk menyambut IKN, karena dengan adanya IKN nanti pasti tenaga kerja seperti surveyor dan juru ukur lapangan akan sangat diperlukan,” kata Hatta kepada korankaltim.com, Selasa (29/11/2022).
Dengan kegiatan pelatihan ini, para peserta yang berjumlah 16 orang dan asli putra daerah Kukar ini akan ditingkatkan pengetahuan dan ketrampilannya dalam digital mapping sehingga dapat melakukan survey pemetaan dengan sistem digital serta dapat melakukan pengolahan data dengan perangkat komputer.
Pelatihan Survey and Mapping dirancang bagi mereka yang terlibat dalam pekerjaan survey dan pemetaan untuk ditingkatkan kemampuannya dalam sistem digital dan pengolahan data dengan perangkat komputer. Juga peningkatan kemampuan dalam hal melakukan dan melaksanakan penggambaran hasil pengukuran menjadi sebuah peta dengan menggunakan software.
Menimbang cukup kompleknya materi pelatihan Servei Dan Pemetaan ini bagi peserta, dibutuhkan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta tidak menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.
“Untuk narasumbernya salah satunya dari Dosen Unikarta yang kompeten di bidangnya, para peserta akan diberikan pelatihan selama 100 jam pelajaran dalam 10 hari ke depan,” sebutnya.
Hatta menegaskan peserta yang dapat mengikuti training Survei dan Pemetaan ini adalah yang ingin mendalami bidang Engineering. Pelatihan pemetaan ini terutama ditujukan bagi mereka yang belum memiliki kemampuan dasar menggunakan peralatan survei pemetaan digital, para perencana, pelaksana, pengawas dan pemelihara serta mereka yang terlibat atau berminat mendalami pemetaan digital.
“16 orang peserta pelatihan ini berasal dari tujuh kecamatan yaitu Kota Bangun, Kembang Janggut, Samboja, Anggana, Muara Kaman, Loa Kulu dan Tenggarong,” pungkas Hatta. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi