"Saya menyampaikan penghargaan terima kasih kepada pada para guru yang ada di Kutai Kartanegara, terutama guru saya Pak Yunus dan guru-guru yang lain tingkat satuan TK, SD, sampai ke tingkat atasnya," ucap Edi.
Edi berharap bisa menyatukan komitmen bersama, yakni terkait bagaimana langkah-langkah pemerintahan kabupaten menetapkan kebijakan, misalkan 1000 guru sarjana, implementasinya ialah beasiswa Kukar Idaman itu salah satunya. Ini tidak lain maksudnya untuk meningkatkan kompetensi para guru, seperti guru-guru selama ini ada yang belum S1, maka kuliahnya dibiayai pemerintah daerah supaya bisa menyelesaikan kuliahnya.
Namun disisi lain, Edi juga berharap bahwa kedepan ada perubahan regulasi secara nasional, bagaimana guru-guru ini harus mengikuti nanti masuk dalam kategori guru penggerak atau sekolah penggerak.
"Jadi salah satu persyaratan untuk menjadi kepala sekolah itu harus lolos statusnya jadi guru penggerak. Nanti saya perintahkan kepada Dinas Pendidikan untuk membuat program untuk pendampingan ini. Kalau dulu ada sertifikasi, dan saat ini masih berjalan sertifikasi bagi para guru diberikan pendidikan pelatihan, begitu masuk di ujian sertifikasi guru penggerak mereka sudah menambah wawasannya. Jadi kita berharap nanti status guru penggerak bisa dicapai oleh guru di Kutai Kartanegara," harapnya.
Edi menegaskan, bagaimana sekolah-sekolah menjadi sekolah penggerak, dan saat ini sudah ada beberapa sekolah satuan pendidikan TK, Paud, SD, SMP, itu sudah mencapai sekolah penggerak. Jadi memang harus pemerintah daerah merubah mindset dan pola kerjanya, serta menyesuaikan dengan kebijakan secara nasional.
"Sekali lagi saya menyampaikan terima kasih kepada para guru di Kabupaten Kukar, jajaran Dinas Pendidikan mari bersama kita bergandengan tangan melakukan perubahan pola pikir dan budaya kerja. InsyaAllah saya optimis Kutai Kartanegara khususnya bidang pendidikannya terus meningkat keberadaannya," tegasnya. ( Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur