"Bentuknya adalah kolaborasi, mulai dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga menggandeng para pelaku usaha/pengrajin dalam memajukan produk lokal," kata Kepala Disperindag Kukar, Arfan Boma.
Peningkatan SDM ini dikatakannya melalui beberapa pelatihan lanjutan kepada para pengrajin lokal. Dimana untuk pengrajin lokal khususnya dalam usaha meubel di wilayah Kukar ini cukup banyak dan berpotensi. Sesuai dengan harapan Bupati Kukar agar produk lokal bisa diprioritaskan.
"Selain memberikan pelatihan sehingga memiliki standar, hasilnya pun akan dibantu dipasarkan melalui IDEA BORNEO dari Perusda Tunggang Parangan. Apalagi untuk produk IDEA BORNEO ini juga sudah masuk dalam e-katalog meskipun di skala lokal," tambahnya.
Salah satu contohnya adalah produk meubel yang saat ini sudah dikerjakan dan merupakan pesanan dari pemkab Kukar. Meskipun jumlahnya masih sedikit namun dengan adanya MoU ini diharapkan kedepannya bisa semakin bertambah banyak.
"Kedepannya harapan kita adalah permintaan atau pesanan semakin bertambah banyak. Paling tidak fokusnya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kukar terlebih dahulu. Oleh karena itu, standar produknya harus kita tingkatkan lagi, salah satunya ya seperti dengan MoU ini," tandasnya.
Ditambahkan oleh Direktur Perusda TP Tenggarong, Awang Muhammad Luthfi bahwa MoU ini merupakan lanjutan dari kegiatan dari pelatihan yang baru selesai dilaksanakan. Sehingga kedepannya para pengrajin bisa menghasilkan produk yang memenuhi standar.
"Jadi nanti produk yang dihasilkan bisa masuk dalam e-katalog, punya kualifikasi dan spesifikasi yang harus dipenuhi," ujarnya. (Adv)
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi