Hasil ini didapatkan dari Rembuk Stunting Intensitas Konvergensi menuju Generasi Emas Kukar Bebas Stunting yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Gedung Merak Lantai III RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Rabu (17/11/2022) kemarin.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara H Sunggono menjelaskan, raihan turunnya prosentase menjadi 15,09 persen ini berkat kerjasama lintas sektoral seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Tentu ini berkat kerjasama semua lintas sektoral dengan leading sector-nya DPPKB (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dulunya merupakan tugas Dinkes, sekarang berubah di DPPKB, kemudian lokus intervensinya di OPD yang sudah terpetakan baik itu dinas perikanan, dinas kesehatan, Dinas Perkim, pengendalian penduduk, dinas ketahanan pangan, pertanian jadi semua OPD terlibat dan Alhamdulillah hasilnya positif sehingga terjadi penurunan yang cukup signifikan terhadap angka stunting di Kutai Kartanegara,” kata Sunggono dikonfirmasi Korankaltim.com Kamis (17/11/2022) pagi ini.
Bentuk keseriusan sehingga capaian upaya penurunan angka stunting ini memenuhi bahkan melampaui dari prosentase target yang ditetapkan karena pemerintah menganggarkan alokasi khusus di APBD Kutai Kartanegara tahun 2022 ini.
“Persentasenya (dari APBD Kukar) saya tidak tahu persis, tapi angkanya 29 koma sekian miliar rupiah tahun ini, itu belum termasuk dana yang teralokasi ke pihak desa dan juga pihak ketiga,” sebut Sunggono. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur