Tulus mengatakan untuk penelitian ini pihaknya berkolaborasi dan bermitra dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Surabaya (Ubaya) adapun pembina dari Balitbangda Kukar untuk penelitian Indeks Kebahagiaan ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS).
"Ini sebetulnya pekerjaan besar dan indeks yang paling ditunggu oleh semua pihak karena langsung menjurus ke visi misi Bupati yang ingin mewujudkan masyarakat Kutai Kartanegara sejahtera dan bahagia, nah untuk yang 'bahagia' inilah Bupati dituntut komitmen nya seberapa tingkat kebahagiaan ini, makanya di tahun pertama Bupati menjabat ini harus betul-betul dilihat berapa perubahannya," kata Tulus kepada korankaltim.
Tulus mengungkapkan kerjasama Balitbangda dengan Ubaya pada seminar ini yaitu yang bertindak sebagai pembahasnya dilakukan dari BPS, karena yang punya kewenangan indeks kebahagiaan itu BPS, khususnya wewenang di tingkat provinsi. Di Indonesia indeks kebahagiaan itu hanya beberapa kabupaten kota saja yang punya ukuran sendiri.
"Kutai Kartanegara pada proses pengukuran indeks dari 3-4 bulan ini itu mendapatkan hasil indeks nilai lebih tinggi dari nasional dan provinsi, nasional 71 persen, provinsi 73 persen, untuk Kukar kita peroleh 78 persen. Kita sudah berdiskusi dengan BPS kalau ada pihak-pihak yang kurang sreg dengan hasil yang kita capai ya silahkan kita kerjasama di bagian mana yang tidak sreg nya tadi, kita sama-sama ke lapangan kita buktikan mana data dari kami atau dari pihak lain, tapi Alhamdulillah BPS selaku pembina, mendukung semua kegiatan yang kita lakukan ini karena memang betul-betul secara akademis kita lakukan," ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan LPPM Ubaya, Prof Nanta menambahkan pihaknya mewakili Rektor Ubaya dan Prof Gianto dari LPPM mengaku sangat senang bisa terlibat dalam proyek penelitian Indeks Kebahagiaan bersama Balitbangda Kukar ini.
Prof Nanta menegaskan pihaknya ingin mengembangkan networking dengan pemerintah bahwa selama ini Ubaya banyak membangun networking dengan Pemda, Pemprov ataupun dalam skala nasional.
"Kami sangat senang sekali terimakasih sudah dilibatkan dalam penyusunan indeks kebahagiaan. Mudah-mudahan ini nantinya bisa membantu pemerintah Kukar terutama untuk dalam membuat sebuah kebijakan itu basisnya adalah data," tegasnya. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi