“Alhamdulillah dari hasil seminar yang kita gelar kemarin hasil penelitian kawan-kawan dari CV Cyprus dengan berkolaborasi Balitbangda Kukar dan Provinsi, diketahui Indeks Kemerdekaan Pers Kukar nilainya bagus yakni 80,68 persen,” kata Tulus saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (16/11/2022) pagi tadi.
Tentu hal ini harus disambut baik dan berharap agar IKP ini tidak hanya sekedar persentase saja namun bisa lebih dijaga saat ini dan kedepannya dengan salah satu upayanya ialah mendorong seluruh organisasi perangkat daerah menjalin hubungan yang saling keterkaitan dengan pers.
“Dengan hasil ini kami berharap saat ini dan kedepan seluruh OPD di Kukar menjalin dan terus membina hubungan simbiosis mutualisme dengan pers, karena bagaimana pun juga kerja-kerja pemerintahan dan capaian apapun yang telah dilakukan tidak akan bisa terpublikasi secara luas tanpa kehadiran teman-teman pers, begitu pula sebaliknya, karena kerja sama pers dan pemerintahan ini kan diatur dan dilindungi oleh undang-undang,” terang Tulus yang bertindak sebagai moderator pada kegiatan seminar kali ini.
Sementara satu dari beberapa narasumber dari kegiatan seminar Hasil IKP Dr Johansyah menyambut baik terselenggaranya dengan sukses seminar ini. “IKP Kaltim yang nomor satu dan untuk hasil di Kukar ini indeksnya diatas yaitu 80,68 persen. Indeks ini dikriteria oleh dewan pers yang membuat sesuai variabel maupun indicator. Kemerdekaan pers itu sejak reformasi, oleh Presiden Habibie 21 mei 1998 kemudian berlanjut yang ditandai terbitnya kebebasan pers di 1999 ini bagian tak terpisahkan dari 4 pilar,” kata Johansyah.
Pers merupakan pengawas yang lebih fleksibel, sehingga diharapkan pers ini jangan sampai ternoda oleh oknum, kebebasan pers harus mampu mengungkapkan fakta yang harus diberitakan yang kemudian dikemas dalam sebuah tulisan berita yang diberikan serta disebar luaskan ke masyarakat.
“Dengan kemerdekaan pers ini, kami sangat mendukung sekali Kukar menjadi daerah bukan penyangga tapi sebagai daerah yang setara dengan IKN, mudahan dari seminar ini kita semua mendapatkan energi positif dari indeks kemerdekaan pers,” tutup Johansyah. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur