"Memang baru kali ini dan pertama diadakan seminar kemerdekaan pers, semoga hasilnya baik. Pemerintahan perlu kritik yang membangun, yang kritis, tapi harapannya disampaikan dalam batasan yang beretika dan baik," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balitbangda Kutai Kartanegara H Bahari Joko Susilo kepada Korankaltim usai membuka secara resmi seminar pagi tadi.
Bahari Joko juga membuka resmi kegiatan ini didampingi moderator seminar yang juga Kepala Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Balitbangda Kukar H Tulus Sutopo.
Narasumber menghadirkan CV Cyprus sebagai penyaji materi, Yuli Fitrianto dan Perwakilan Balitbangda Kalimantan Timur serta Dr Johansyah yang juga dosen Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Peserta seminar dari Kesbangpol Kukar, perwakilan mahasiswa Unikarta, pejabat struktural Balitbangda dan perwakilan insan pers dari SKH Koran Kaltim dan Headlinekaltim.com.
Keberadaan insan pers menurut Bahari Joko sangat penting dan strategis demi jalannya roda pemerintahan karena jadi elemen penyeimbang dan mitra kerja pemerintah daerah dengan menyajikan kritik yang membangun. "Kami minta kritiknya itu logic sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, kalau bisa ada solusinya," ucapnya.
H Tulus Sutopo menambahkan, kemerdekaan pers di Kutai Kartanegara sudah sangat bagus dan berharap semua perangkat daerah yang ada bisa berkolaborasi dengan seluruh insan pers baik itu dalam bentuk kerjasama maupun kerja kemitraan dalam hal turut serta mendukung program kerja pemerintah.
"Harus berkolaborasi dengan semua pihak, terutama kawan-kawan pers. Balitbangda mendorong agar seluruh perangkat daerah bisa semuanya bekerjasama dengan pers karena pemerintahan dan media massa satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan harus menjadi hubungan simbiosis mutualisme, terlebih lagi hasil indeks kemerdekaan pers di Kukar nilainya sangat bagus," tegas Tulus.
Sedangkan Dr Johansyah memberikan apresiasi kepada Kutai Kartanegara karena menjadi satu-satunya kabupaten yang pertama menggelar seminar IKP ini. "Bahkan kalau untuk cakupan kabupaten se-Indonesia, Kutai Kartanegara ini yang pertama kali menggelar seminar kemerdekaan pers," sebut Johansyah. (Adv)
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur