“Untuk hal tersebut kami rutin melakukan monitoring dengan didampingi tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan di 18 Kecamatan. Juga kami melaksanakan operasi pasar Disperindag bersama tim satgas pangan, sekaligus memantau harga-harga di pasar bekerjasama dengan forum komunikasi pasar, supaya menyampaikan kepada masyarakat karena situasi lagi inflasi ini,” jelas Arfan Boma, saat dikonfirmasi korankaltim.com, Minggu (13/11/2022).
Untuk menekan angka inflasi, mantan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar ini meminta kepada para pedagang agar kiranya melakukan proses jual beli bahan pokok dengan benar dan jangan mengambil kesempatan dengan mengambil untung lebih.
Diungkapkan Boma, Disperindag Kukar saat ini telah mendapat anggaran sebesar Rp500 juta yang digunakan untuk subsidi biaya angkut bahan sembako di 18 kecamatan di Kukar.
"Kita bekerjasama dengan para distributor sembako di wilayah Kaltim untuk melakukan distribusi barang-barang kebutuhan pokok kepada seluruh pasar di kabupaten. Di mana secara rinci bahan kebutuhan rumah tangga yang dibiayai subsidinya yakni, gas, garam, telur, kecap, dan lain-lain," ungkapnya.
Kemudian ada 15 Bapokting yang dibutuhkan oleh masyarakat, Disperindag Kukar akan menyediakan subsidi bagi pendistribusian ke 18 kecamatan. Misalkan barang tersebut harganya Rp20 ribu di Kecamatan Tenggarong maka di Kecamatan Tabang juga harganya akan sama yakni Rp 20 ribu juga.
“Jadi harga tidak ada perubahan. Kami menghimbau kepada pedagang-pedagang lokal supaya bisa membantu hal ini, karena ada beberapa kelompok-kelompok pedagang yang merasa tersaingi. Saya bilang ini hanya temporer saja tidak selamanya. Intinya kami mencoba menekan peredaran uang di masyarakat dengan menjaga stabilitas harga, supaya harga ini tidak melonjak,” demikian Boma. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi