Edi pun menjelaskan bahwa masyarakat yang berprofesi di sektor pertanian dalam arti luas ini berkisar hampir 42 persen. Sehingga ini yang juga menjadi perhatian pemerintah untuk bagaimana mendorong dan memfasilitasi para petani. Agar dapat mewujudkan program Kukar untuk bisa menjadi lumbung pangan Ibu Kota Negara (IKN).
"Untuk itu Pemkab Kukar juga menjalin kerja sama, salah satunya dengan Kodim 0906/KKR melalui program TMMD dan Karya Bakti. Guna mendukung program pengembangan pertanian berbasis kawasan," tambahnya.
Disamping mengembangkan pertanian, pemerintah daerah juga mengajak dan mendorong para generasi muda bisa berperan aktif. Apalagi sektor pertanian pertanian ini tidak lagi berbasis pada cara-cara tradisional seperti dulu.
"Hari ini sudah berbasis di teknologi dan manajemen, dan generasi muda yang menguasai sektor tersebut. Jadi saya menghimbau pada kesempatan ini, adik-adik saya generasi muda jangan ragu-ragu untuk masuk sektor ini. Karena sektor ini potensi dan peluangnya sangat besar," bebernya.
Dirinya juga mengambil salah satu contoh bahwa ada petani milenial yang sudah berhasil di Kecamatan Muara Jawa. Dimana prestasi kepeloporannya sudah menembus tingkat nasional dalam bidang pertanian, holtikultura dan ketahanan pangan.
"Makanya saya optimis pemuda Kukar akan berada di garda terdepan kita akan membangun pangan di Kukar," pungkasnya. (Adv)
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Rusdi