“Sekretaris Balitbangda pada saat yang bersamaan beliau menghadiri talkshow atau persiapan MTQ tingkat kabupaten Kutai Kartanegara di Loa Kulu, kegiatan seminar ini merupakan satu dari 13 kegiatan di bidang kami sosial budaya kemasyarakatan, jadi nanti insyaAllah kami masih ada delapan kali seminar lagi,” kata Tulus Sutopo mengawali sambutan dari Sekretaris Balitbangda siang ini.
Ia menjelaskan kegiatan ini atau kajian terhadap sumber daya arkeologis di desa Jembayan ini merupakan kegiatan dari Kasubid Sejarah dan Kepurbakalaan yang selama hampir tujuh bulan kegiatan ini rampung dilaksanakan. “Sehingga kegiatan ini saya yakin sangat matang dan ini memerlukan waktu yang banyak dan ini adalah arkeologis yang sangat baik dianalisis, dan kami bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur, kerjasama ini sengaja kami memanggil OPD lain yang terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang kita ketahui bersama Balitbangda dengan Kemendagri nomor 17 jelas bahwa seyogyanya bentuk kajian dan lain sebagainya yang dilakukan oleh OPD berpusat di Balitbangda,” jelasnya.
Terlebih lagi kedepan lanjut Tulus, Balitbangda akan bermetamorfosis menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), oleh karena itu pihaknya berharap dukungan kemitraan ini yaitu Balitbangda dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim dan Disdikbud Kukar.
“Kemitraan ini akan berlanjut, untuk saat ini anggaran ada di Balitbangda terkait kebudayaan, jadi selain kami bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur terkait dengan kajian terhadap sumber daya arkeologis di Desa Jembayan kami juga bekerja sama terkait dengan indeks pembangunan kebudayaan yang kemarin didiskusi awal kami dengan Kabid Kebudayaan beserta Kasi-nya hadir untuk kita kerjasamakan di 2023,” terangnya.
Dengan demikian maka nanti ada tripartit kemitraan yang dilakukan, Balitbangda mewakili pemerintah daerah terkait OPD yang berkenaan untuk meng-couple unit dengan kemitraan lain yaitu Balai Pelestarian Kebudayaan, dan tahun 2023 Disdikbud Kukar yang akan menganggarkan untuk kegiatan indeks pembangunan kebudayaan.
“Jadi nanti angka tahun ini berada di kami, dan hasilnya nanti kami serahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku pemangku kegiatan itu dan tahun depan untuk murni didanai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kerjasama dengan Balitbangda dan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Mudah-mudahan kerjasama semacam ini akan berlanjut dengan OPD lain, saat ini kita contohkan dulu dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tegas Tulus.(adv)
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi