“Rumah Produksi Bersama yang ada di wilayah Kutai Kartanegara kita harapkan UMKM ini nantinya bagaimana hasil olahan dari produksi rumah produksi bersama bisa dikembangkan betul-betul usaha yang sesuai dengan bahan baku baik itu jahe atau bubuk jahe tadi, karena pabrik itu nantinya selain mengolah menjadi esensial oil, juga bubuk powder jahe ini juga,” kata Tajudin kepada korankaltim.com usai membuka acara secara resmi, siang tadi.
Tajudin menjelaskan fokus pihak Kementerian Koperasi UKM dipusatkan di daerah Jonggon, namun untuk pasokan bahan baku berupa jahe nantinya bisa melibatkan kawasan sekitar, baik itu Tenggarong desa-desa lainnya di Kecamatan Loa Kulu hingga Kecamatan Tenggarong Seberang.
“Dengan adanya FGD ini harapannya untuk rantai pasok kesediaan bahan baku dulu yang menjadi permasalahan kita uraikan, karena selama ini target kapasitas produksi ini cukup besar, kalau kita hitung-hitung tadi kalau seandainya sampai satu hari penuh kita laksanakan itu, kurang lebih dibutuhkan sampai empat ton bahan baku jahenya per hari itu yang perlu kita sikapi,” jelasnya.
Diskop Kukar berharap, tidak hanya masyarakat sekitar Jonggon saja, namun diharapkan kawasan kecamatan lain se-Kukar juga bisa terlibat untuk bisa mensupport memenuhi kebutuhan bahan baku jahe.
Dengan suksesnya pelaksanaan FGD ini, Perwakilan dari Kemenkop UKM, Kabid Rantai Pasok, Edy Hariyana menegaskan dan berharap kepada para peserta FGD yang berjumlah 35 orang pelaku UMKM agar bisa menambah wawasan dan memiliki inovasi baru dalam memproduksi olahan jahe sambil menunggu RPB di Jonggon sudah dibangun dan bisa dioperasionalkan.
“Diharapkan para UMKM nanti punya inovasi, punya terobosan baru dalam rangka untuk pemasaran produk mereka nanti. Kami juga berharap nanti produk mereka bisa masuk di rantai pasok di perusahaan-perusahaan besar ataupun BUMN sebelum rumah produksi bersama ini terwujud kalau ini sudah bisa terwujud sudah pasti nanti produk UMKM disini bisa masuk,” tegasnya.(adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah