
Atas suksesnya pelatihan yang dilangsungkan selama 10 hari ini, Kepala Distransnaker Kukar, H Akhmad Hardi Dwi Putra mengatakan pihaknya mencoba agar para kelompok masyarakat binaan ini bisa berdayaguna lebih dan berdikari serta menjadi bagian penting untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di kecamatan dan desa-desa.
"Kami coba mempertemukan di kecamatan itu kan ada perusahaan, dan kita punya kelompok menjahit, jadi bagaimana bisa mengembangkan usaha menjahit itu dengan memanfaatkan potensi yang ada dengan mereka, misal menjahit baju karyawan, menjahitkan umbul-umbul kah, jadi dari pihak perusahaan tidak perlu mencari keluar," kata Hardi kepada korankaltim.com, Rabu (26/10/2022).
Hardi berharap agar para perusahaan bisa memanfaatkan potensi kelompok masyarakat yang ada di kecamatan yang telah mendapatkan pelatihan menjahit dan mendapatkan mesin jahit untuk menunjang wirausaha mereka itu agar diberdayakan oleh pihak perusahaan.
"Sebenarnya itu yang diinginkan tapi dari pihak kelompok juga harus aktif membuat surat permohonan kepada perusahaan setempat, paling tidak pihak perusahaan itu tahu, kenal oh ada kelompok binaan Distransnaker di daerah sini untuk kemudian kita bersinergi," tegasnya.
Hardi menegaskan, hal ini penting untuk sinergi antar kedua belah pihak, karena kalau misalnya Distransnaker Kukar memberikan bantuan dan segala macam perangkatnya, kalau akhirnya tidak dimanfaatkan maka akan percuma saja.
"Jadi sinergi programnya Pemerintah Kabupaten itu bisa jalan, dan pihak perusahaan pun bisa memanfaatkan potensi masyarakat kelompok binaan dari kita," tegas Hardi. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah