Rombongan Bapenda Mahulu disambut hangat Sekretaris Bapenda Kukar, M Jafar didampingi Kepala Bidang dan Sub Bagian serta pejabat struktural di jajaran Bapenda Kukar.
"Terkait masalah retribusi bagaimana mencari pendapatan pajak daerah itu supaya lebih optimal dan maksimal, kalau di Bapenda kami kan target pendapatan itu Rp110 miliar, nah mereka menanyakan bagaimana sih meraih target pendapatan itu," kata Jafar kepada korankaltim.com, Selasa (11/10/2022).
Jafar menyampaikan, untuk meraih target pendapatan ini, harus dilihat dari potensi daerah yang dimiliki. Adapun perhitungannya ialah menghitung baik potensi tahun berjalan maupun potensi yang tahun sebelumnya.
"Terkait masalah potensi masing-masing daerah yang mana bisa dioptimalkan, jadi karena kita sama-sama Bapenda ya kita menangani masalah pajak daerah yang jumlahnya 11 jenis, semua Bapenda sama semua," ungkapnya.
Adapun 11 jenis pajak daerah yang dikelola Bapenda ialah pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan pajak parkir, pajak air tanah, pajak sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan (P2) dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
"Apa yang telah dilakukan Bapenda Kukar inilah yang dicontoh mereka, tadi juga kami sampaikan terkait pendapatan itu kita kan memakai sistem aplikasi SIAPDA dan SISMIOP yang kita kembangkan menjadi pajak online Kabupaten Kutai Kartanegara, pajak online itu kelihatan update-nya per hari, berapa sih pendapatan kita per harinya, terbaca langsung misalnya pajak restoran kita bayar hari ini nanti dalam satu jam kemudian sudah muncul laporannya, cara-cara jitu itulah yang ingin mereka contoh," tegasnya.
"Kemudian terus juga pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) bagaimana sistemnya kita memakai sistem kerja sama dengan Bankaltimtara, kita menggunakan Qris, DG atau juga virtual account," timpal Jafar. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Maruly Zainuddin