Ahyani mengatakan, mobil Pusteling ini masih beroperasi dan menjadi salah satu upaya dalam menumbuhkan minat baca terutamanya bagi anak-anak dan para pelajar.
"Sampai saat ini masih ada Pusteling. Bahkan jadwal permintaan kunjungan juga lumayan cukup padat, sehingga bergilir kami lakukan teknis kunjungannya," kata Ahyani kepada korankaltim.com, Kamis (6/10/2022).
Meskipun terpaan era digital hingga kini disadari cukup berdampak pada berkurangnya minat baca masyarakat, mobil Pusteling yang dimiliki Diarpus Kukar sebanyak tiga unit ini sering menerima permintaan kunjungan, khususnya dari kecamatan-kecamatan yang berada di wilayah ulu Kukar seperti Kecamatan Tabang, Kembang Janggut dan juga Kenohan.
"Dalam satu bulan, biasanya 3-4 kali berangkat ke kecamatan-kecamatan terjauh. Biasanya permintaan dari sekolah-sekolah, sebab selain menyediakan buku-buku, ada permainan dan juga kegiatan mendongeng sebagai upaya untuk menumbuhkan minat baca, terutamanya bagi anak-anak," papar Ahyani.
Ada tiga unit mobil Pusteling yang dimiliki oleh Diarpus Kukar dalam memfasilitasi permintaan kunjungan namun, hanya satu unit saja yang bisa digunakan dalam menerima permintaan kunjungan dari kecamatan-kecamatan.
"Satu unit untuk kunjungan, satu unit untuk di dalam kota sendiri dan satu unit lagi perlu diajukan peremajaan karena risikonya bisa macet ditengah jalan jika dipaksakan beroperasi. Yang aktif sekarang ini hanya dua unit saja," tutup Ahyani. (Adv)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur